by

Dewan Kembali Ingatkan Pemkot Agar Lebih Transparan dalam Penggunaan Anggaran

Wakil Ketua Komisi A, DPRD Kota Makassar, Nunung Dasniar.(As)

Smartcitymakassar.com – Makassar. Wakil Ketua Komisi A, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar, Nunung Dasniar mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar agar lebih transparan dalam penganggaran paket sembako.

Legislator fraksi partai Gerindra Kota Makassar tersebut mulai menyoroti soal anggaran dalam penaganan Covid-19 di Kota Makassar.

‘FooterBanner’


Anggaran tersebut diperoleh dari Biaya Tak Terduga (BTT) Rp 30 miliar, serta anggaran Silpa tahun 2019 sebesar Rp147 miliar.

“Kami hanya minta agar rincian anggaran bantuan per paket itu harus di publis ke masyarakat, agar tidak ada lagi tendensi kecurangan”, jelas Nunung. Rabu (22/4/2020).

Selain itu, Nunung mengharapkan agar transparansi anggaran bantuan tersebut sangat penting untuk dipublis, mengingat banyaknya dugaan adanya permainan antara Pemerintah dan pihak distributor logistik.

BACA JUGA:  Dinilai Tidak Masuk Akal, Yayasan Sekolah Islam Mutiara Kembali PHK Sekitar 10 Tenaga Pendidik, Kok Bisa?

Tak hanya itu, Nunung menegaskan, beberapa perusahaan swasta yang diketahui telah menyumbang dana CSR-nya untuk penanganan Covid-19 ke Pemerintah. Namun, laporan detail tidak dibuka secara transparan.

“Jangan sampai sumbangan dari perusahaan swasta itu dibagikan digabung dengan bantuan dari anggaran APBD”, tegas Nunung.

Sekedar diketahui, bantuan paket sembako yang disalurkan ke masyarakat adalah Rp 620 ribu per paketnya. Dimana didalamnya, sudah termasuk bahan pokok dan ada biaya packing, dan pengawalan.(As)

‘PostBanner’

Comment