by

PSBB Makassar: Tarwih di Rumah? Ini Tanggapan Berbagai Pihak

Salat Tarwih (ilustrasi)

Smartcirtmakassar.com – Makassar. Pemerintah Kota Makassar Sulsel telah resmi menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang efektif berlaku 24 April-7 Mei 2020. Adapun PSBB mendatang bertepatan dengan bulan Ramadan.

Tanggapan Pemerintah

‘FooterBanner’


Seperti diketahui, dalam penerapan PSBB nantinya, salah aturan yang ditetapkan adalah pelaksanaan salat tarawih dilakukan di rumah masing-masing.

Juru bicara gugus tugas Covid-19 Kota Makassar, Ismail Hajiali, menjelaskan bahwa hal itu demi mencegah penyebaran covid 19, mengingat status Kota Makassar yang masuk zona merah penyebaran covid 19 di Sulsel.

“PSBB ini kan dilaksanakan dalam suasana puasa, kalau itu jelas dalam Perwali, itu tidak boleh dilakukan (tarawih-red) dan hanya dilaksanakan di rumah masing-masing, sangat jelas di psbb tarawih dilakukan di rumah, ujarnya saat video conference, Sabtu (18/4/2020).

Tanggapan MUI Sulsel

Sekretaris Umum MUI Sulsel, Prof Muhammad Gholib telah meminta masyarakat agar tidak melaksanakan tarawih di masjid.

“Jadi kami di Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel, kita baru saja mengeluarkan lagi imbauan kepada umat bahwa pelaksanaan ibadah Ramadan, seperti biasa, tetapi semuanya dilakukan di rumah. Jadi puasanya seperti biasa, tarawihnya dilaksanakan, tetapi di rumah, puasanya juga di rumah,” ujarnya.

Tanggapan Legislator

Anggota Komisi A, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar, Azwar, ST tetap mendukung kebijakan pemerintah soal larangan beribadah. Menurutnya, tetap mendukung penuh segala kebijakan pemerintah dalam upaya memutus mata rantai penyebaran virus mematikan ini (Covid-19).

“Kalau saya mendukung penuh kebijakan tersebut, apalagi kebijakan itu telah dikaji oleh para Ahli Agama, MUI dan Ormas / lembaga Islam, berikan pada Ahlinya, mereka yang lebih tahu, kita mengikut saja karena tdk ada yg mereka inginkan kecuali kebaikan pada Agama dan Negeri ini”, jelas Azwar, legislator fraksi PKS Kota Makassar, melalui via telpon. Sabtu (18/4/2020).

BACA JUGA:  Cetak SDM Siap Kerja, Danny-Fatma Siapkan Program "10.000 Skill Training"

Namun beda halnya dengan Anggota DPRD Kota Makassar, Kasrudi. Ia meminta masjid-masjid dibeberapa wilayah di Makassar yang masuk zona hijau mesti dibuka untuk menjalankan salat berjamaah tarawih saat memasuki bulan suci Ramadan.

“Kalau zona merah itu ditutup saja, kita juga sebagai umat Islam bisa menjalankan ibadah tarawih. Jadi jangan ditutup semua, pasti sebagian masyarakat kita jadi kebingungan mau tarawih dimana,” kata Kasrudi, Jumat (17/4/2020).

Legislator Partai Gerindra juga menyampaikan bahwa Ibadah merupakan salah satu meningkatkan imun tubuh. Paling tidak katanya bisa menghilangkan stres dengan menghadap Tuhan. Karena salah satu penyebab terjangkit virus Corona karena imun rendah diakibatkan stres.

“Mungkin pemerintah kota bisa menginstruksikan, umpamanya masjid Al-Markaz dibuka untuk salat tarwih, atau masjid raya dibuka, dengan pertimbangan tetap mengacu pada aturan PSBB dengan siapkan tempat cuci tangan, bilik disinfektan, kemudian bawa sajadah sendiri dari rumah,” pungkas Kasrudi.

Senada dengan Kasrudi, Sekretaris Komisi C DPRD Makassar, Fasruddin Rusli juga menganjurkan pengembangan beberapa SOP yang memungkinkan umat Muslim untuk beribadah di dalam masjid selama ancaman Covid-19.

“Tetap dibuka yang mau salat tarawih. Saya juga sepakat masjid tetap dibuka, sepanjang di wilayah yang bukan zona merah,” kata Fasruddin. (Aan/Ip)

‘PostBanner’

Comment