by

Pemkot Makassar Akan Ajukan Refocusing, ARA: Kasih Habis Dulu Itu yang BTT dan Silpa

Wakil Ketua 1, sekaligus Ketua Banggar DPRD Kota Makassar, Adi Rasyud Ali (ARA).(As)

Smartcitymakassar.com – Makassar. Ketua Banggar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar, Adi Rasyid Ali (ARA) mempertanyakan sikap Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar yang hingga saat ini belum menyampaikan laporan refocusing.

“Jadi, saya harus mengklarifikasi, kalau belum pernah Pemkot Makassar menyampaikan data laporan rekofusingnya, jadi mohon maaf ini”, jelas ARA, saat ditemui setelah menghadiri rapat paripurna LPJ Pj Wali Kota Makassar. Senin (20/4/2020).

‘FooterBanner’


Menurut legislator partai Demokrat itu, apapun yang disampaikan Pj Wali Kota Makassar terkait laporan refocusing anggaran itu baru rencana.

“Kalaupun dia (Pj Wali Kota) menyampaikan ke pemerintah pusat untuk refocusing, harusnya DPRD Kota harus tahu, jangan sudah kirim kesana, baru kasih tahu kami (Banggar), walaupun ini darurat Nasional Pemkot harus menyampaikan di Banggar”, ungkap ARA.

Dari Awal, kata ARA, Biaya BTT 30 miliar ditambah dana Silpa 143 miliar, sebaiknya di pergunakan dulu sebelum mengajukan rekofunsing anggara.

“Pake dulu itu, kasih habis dulu, masa belum habis itu (BTT dan Silva) mau yang 443 miliar, mohon maaf, tidak masuk akal, sebaikanya itu dana yang 30 miliar ditambah 143 miliar dihabiskan dulu”, tegas ARA.

BACA JUGA:  Dapat Urut 2, Jubir Appi - Rahman: Simple, Sering Diidentikkan dengan 'Victory'

Apalagi, lanjut ARA, dirinya mendapat informasi jika Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar takut membelanjakan anggaran yang telah diberikan, ARA beralasan, membengkaknya harga Alat Pelindung Diri (APD).

“Itu yang membuat mereka (Dinkes) takut, karena tiba – tiba membengkaknya harga APD, coba tanya disana (Dinkes), ada informasi seperti itu,” kata ARA.

“Jadi, soal 443 miliar itu tadi, belum ada masuk datanya ke kami (Banggar), kalau yang 30 miliar dan 143 miliar dana silpa sudah ada sampaikan, tapi hingga saat ini datanya yang kami minta tidak ada, apa – apa saja yang ingin anda dibelanjakan, kami harus tahu, gimana sampai lebaran kingkong aja lo’ tidak ada datanya datang kesini (Banggar)”, pungkas ARA.(AS)

‘PostBanner’

Comment