by

21 April Mulai Dibagi ke Warga Makassar, Apa Saja Paket Sembako itu?

Sembako untuk warga (facebook Pj Walikota Makassar)

Smartcittmakassar.com – Makassar. Kementerian Dalam Negeri menyebut untuk tingkat Kabupaten/Kota, yang paling banyak mengalokasikan anggarannya untuk penanganan COVID-19, yakni kota Makassar.

“Untuk tingkat kabupaten dan kota, kata Ardian, pemda yang paling banyak mengalokasikan anggarannya adalah Kota Makassar sebesar Rp749, 056 miliar,” kata Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri Mochammad Ardian Noervianto di Jakarta, Jumat (17/4/2020)..

‘FooterBanner’


Diketahui, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar Sulsel telah resmi menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang efektif berlaku 24 April-7 Mei 2020.

Olehnya, Pemkot Makassar akan mulai mendistribusikan 60 ribu paket sembako kepada warga terdampak Covid-19 per Selasa (21/4/2020).

Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb menekankan kevalidan data penerima sembako. Penerima sembako harus warga yang terkena dampak Covid-19.

“Utamakan dulu yang paling terdampak, seperti saudara-saudara kita yang kurang mampu, kategori miskin, yang terkena pemutusan hubungan kerja imbas dari pandemi ini. Makanya data penerima harus valid sehingga penyaluran bantuan tepat sasaran. Proses distribusinya juga harus diatur agar tidak ada penumpukan warga” ujar Iqbal, Minggu (19/4/2020).

Diketahui Iqbal Suhaeb dan Kepala Dinsos Makassar, Mukhtar Tahir mengunjungi lokasi penyiapan atau pusat distribusi semboko, pada hari ini, di gudang Kawasan Industri Makassar (Kima) dan PT Pertani Persero Cabang Sulsel, Jl Sudirman.

BACA JUGA:  Penerapan Perwali 36 di Makassar, Rudy Minta Aparat di Perbatasan Tidak Menyulitkan Masyarakat

Ditempat yang sama, Mukhtar Tahir menuturkan bahwa penyaluran sembako akan dilaksanakan secara bertahap.

“Kita mulai dulu ke saudara kita yang paling terdampak seperti yang berprofesi sebagai tukang becak,pemulung, yang mengalami PHK, yang kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-harinya dan sejenisnya” ujar Mukhtar.

Adapun paket sembako yang disiapkan akan dibagikan per Kepala Keluarga (KK) yang terdampak Covid-19.

Sementara itu penyaluran sembako yang dilakukan tim dengan langsung mendistribusikan ke lokasi domisili penerima, karena warga tak diperkenankan mengambil langsung sembako untuk menghindari kerumunan warga.

Olehnya, semua data penerima harus memiliki alamat yang akurat. Data penerima juga dilengkapi nomor kontak sehingga bisa dihubungi petugas.

“Paket sembako tersebut sebagai upaya untuk memaksimalkan penerapan PSBB. Sembako akan digunakan dalam kebutuhan satu bulan, atau paling tidak mencukupi kebutuhan selama masa PSBB berlangsung” jelas Mukhtar.

Lebih lanjut Mukhtar menjelaskan, satu kepala keluarga mendapat satu paket sembako, diantaranya beras 10 kilogram, Indomie satu dos, gula pasir, minyak goreng, susu kaleng, sarden, sabun mandi, sabun cuci pakaian, pasta gigi, dan sabun cuci piring.

“Bahkan mie instannya juga tidak sama di daerah lain yang hanya 10 bungkus. Kita kasih satu dos langsung,” pungkas Mukhtar. (Ar/Ip)

‘PostBanner’

Comment