by

Webinar Zoom Series 1, Keberhasilan PSBB: Harus Ketat, Konsiten, dan Tidak Setengah-Setengah

Keterangan Foto: Moderator Webinar Zoom Series 1, Kaprodi Magister Kesehatan Masyarakat STIK Tamalate, Dr. Eha Sumantri, SKM, M.Kes

Smartcitymakassar.com – Makassar. Webinar terambil oleh dua kata Web dan Seminar. Webinar biasa juga disebut dengan seminar online. UNHAS, PERSAKMI, dan PAEI menggelar Webinar Zoom Series 1 bertajuk “Proyeksi, Kebijakan PSBB dan Biaya Pengendalian” pada Sabtu (18/4).

Webinar menghadirkan narasumber dua Guru Besar dari FKM Unhas yaitu: Prof. Dr. Ridwan Amiriuddin, SKM, M.Kes, M.Sc, PH dan Prof. Sukri Palutturi, SKM, M.Kes, M.Sc,PH, Ph.D. Narasumber dari Dosen University of Derby UK, Dono Widiatmoko.

‘FooterBanner’


Sementara yang bertindak sebagai moderator adalah Kaprodi Magister Kesehatan Masyarakat STIK Tamalate, Dr. Eha Sumantri, SKM, M.Kes.

Kegiatan ini diikuti sebanyak 99 partisipan yang berasal dari PERSAKMI Riau dan beberapa kabupaten di Sulsel, Bappeda Gorontalo, serta Dinkes Papua.

Ada tiga materi yang disiapkan, antara lain: Proyeksi dan Urgensi PSBB terhadap Pandemik Covid-19, Efektifitas Kebijakan PSBB dalam Menurunkan Laju Penularan Covid19, dan Pengalaman Inggris (Eropa) menangani Covid-19.

Pada materi pertama, diperkirakan kenaikan angka morbiditas Covid-19 akan semakin meningkat dan Pemprov Sulsel segera menyiapkan RS dengan kapasitas sekitar 377 bed untuk mengantisispasi puncak pandemik pada pertenganhan Mei 2020. Di samping itu, cakupan mitigasi perlu ditingkatkan: Sosial distancing/ Physical Distancing, Stay at Home, dan cuci tangan di atas 30% untuk melandaikan kurva pandemik.

BACA JUGA:  Hingga Agustus 2020, 'Coklit' KPU Kota Makassar Telah Capai 80,85%

Materi kedua yang membahas masalah bagaimana agar kebijakan PSBB efektif menurunkan laju penularan. Kebijakan efektif 100% ditentukan oleh beberapa unsur: 20% efektif di perencanaan, 60% efektif di implementasi, dan 20% faktor di luar pengendalian implementasi. Keberhasilan implementasi dipengaruhi oleh : Metode penyampaian pesan, tergantung agen pelaksana dan struktur birokrasi.

Materi ketiga membicarakan bagaimana strategi di Inggris menurunkan laju Covid-19. Menurut Dosen University of Derby UK, Dono Widiatmoko, strategi yang dilakukan adalah: Memutuskan jalur transportasi, WFH kecuali yang tidak bisa ditinggalkan, misalnya RS, Logistik/pangan, keamanan, pemadam dan industri strategis.

Pada jam tertentu seluruh stasiun TV secara serentak menayangkan kondisi terakhir Covid 19, berdasarkan data dan mengajak seluruh unsur untuk terlibat secara bersama-sama dan tiga pesan yang terus berulang : Stay at Home, Lindungan layanan kesehatan dari covid 19 dan Save lives. Keberhasilan PSBB terletak pada: Harus Ketat, konsisten dan tidak setengah-setengah**(Rafa)

‘PostBanner’

Comment