by

TMMD ke 107 di Kabupaten Kolaka Utara: Kerja Nyata Kebersamaan Membangun Desa

TMMD di kabupaten Kolaka Utara (ist)

Smarycitymakassar.com – Kolaka Utara. Kerja dan aksi nyata kebersamaan antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan rakyat dalam program Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) terus menampakkan keberhasilan. Ini ditunjukkan lewat kerja TMMD ke 107 tahun 2020 di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Dalam aksi TMMD di kabupaten Kolaka, Sultra ini, tentara dan rakyat desa bahu membahu melakukan pembangunan. Dalam aksi kali ini TMMD menfokuskan diri dalam 4 sasaran yang terdiri:

‘FooterBanner’


Pertama, Pelebaran Jalan dari 7 Meter menjadi 17 Meter dengan panjang 1,5 Km dan Cutting Membelah Gunung Sepanjang 400 Meter Dan Lebar 17 Meter yang menghubungkan antara Desa Rante Limbong dengan Desa Pitulua, di Kecamatan Lasusua, Kabupaten Kolaka Utara.

Rencananya akses jalan ini nantinya oleh Pemda Kolaka Utara direncanakan akan digunakan sebagai jalur dua menuju ke Jalan Tol poros ProvInsi Sulsel.

Diketahui pelaksanaan dan pekerjaan ini relatif berat dan besar karena struktur tanahnya yang mengandung batu dan cukup padat serta keras.

Pelaksaan pekerjaan ini di mulai tanggal 7 Apri dan di 14 April tekah memasuki minggu 4 ( waktu terakhir yg efektif pelaksanaan TMMD 107 thn 2020 ).

Aksi kedua, Rehab Masjid dan Tempat Wudhu Masjid Al-Ikhlas

Pelaksaan ini dilakukan di Desa Lawaki Jaya Kecamatan Tolala. Terdapat 3 sasaran TMMD salah satunya Rehab Masjid Dan Tempat Wudhu Masjid Al-Ikhlas.

Dengan banyaknya sasaran dalam satu Desa, terpaksa masyarakat harus di bagi 3 kelompok kerja untuk mengisi setiap sasaran. Dansatgas memerintahkan tetap memprioritaskan sasaran yang membutuhkan tenaga manusia yang diutamakan. Sasaran Rehab Masjid Dan Tempat Wudhu nyaris semuanya menggunakan tenaga manusia di banding 2 sasaran lainnya.

Dengan demikian pembagian personel satgas dan masyarakat lebih banyak di sasaran. Kemanunggalan TNI dengan Rakyat lebih nampak di banding sasaran yang menggunakan alat berat.

Kerja sama antara Satgas TNI dengan Masyarakat sangat di butuhkan untuk dapat menyelesaikan sasaran tepat pada waktunya. Tenaga Skill tukang kayu dan tukang batu pun cukup di butuhkan di sasaran ini untuk menghasilkan pekerjaan yang maksimal. Pembagian pekerjaan yang merata akan memudahkan dalam mempecepat penyelesaian pekerjaan.

Dengan semangat dan antusias dari masyarakat, maka diharapkan TMMD 107 dapat berjalan lancar sesuai waktu yg ada.

Aksi ketiga, Pembuatan dan Pengerasan Jalan, Panjang 580 Meter dan lebar 6 Meter Serta Irigasi dengan Lebar Setengah Meter, masing-masing dari Sepanjang Badan Jalan.

Sasaran ini terletak di Desa Lawaki Jaya Kecamatan Tolala yang jaraknya cukup jauh dari Kotis di Desa Pitulua Kec. Lasusua yaitu 123 Km dengan waktu tempuh 2 jam 50 menit, ditambah jaringan baik telepon maupun data yang tidak ada sama sekali sehingga menghambat dalam memantau kondisi sasaran serta berkoordinasi dengan Personel yang ada di sasaran tersebut.

Kondisi itulah yang memaksa Dansatgas dengan jarak yang cukup jauh harus bolak balik dari Kotis ketiap-tiap sasaran dalam memantau progres pekerjaan.

Pembuatan badan jalan yang dilaksanakan oleh Anggota Satgas TMMD KE 107, bersama masyarakat telah di Rintis dari Awal, dimana medannya yang sulit serta jauh dari pemukiman warga, apabila hujan maka keadaan tanah sangat sulit dilalui, apalagi alat berat yang beroperasi dan kendaraan yang membawa material sering kali tersendat karena kondisi tanah mengandung lumpur, sehingga memerlukan upaya yang extra dalam pelaksanaan pekerjaan.Tempat atau lokasi pengambilan material untuk pengerasan jalan yang lumayan jauh termasuk armadapun yang dipakai untuk mengangkut material cukup terbatas.

Kerjasama antara Satgas dengan semua elemen masyarakat sangat di butuhkan. Sasaran Pembuatan/pembentukan badan jalan yang di laksanakan ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah setempat serta masyarakat, dikarenakan dengan adanya jalan tersebut akan mempermudah akses Jalan bagi masyrakat menuju kelokasi kebun begitu pula sebaliknya akan mempermudah mengangkut hasil pertanian ke Perkampungan. Baik personel Satgas TMMD maupun masyarakat setempat rela menggunakan alat tradisional berupa cangkul, sekop dll untuk dapat membantu mempercepat penyelesaian pekerjaan.

BACA JUGA:  Akan Dimakamkan Sesuai Protokol Kesehatan, Keluarga Pasien PDP Covid19 yang Meninggal Menolak dan Mengamuk

Lokasi Sasaran Land Clearing yaitu 6,4 Ha, tentu harus membutuhkan peralatan serta personel yang cukup banyak.

Apalagi lokasinya yang tidak rata serta terdapat pohon-pohon yang akarnya cukup banyak dan agak merepotkan alat dalam bekerja. Apabila hujan turun, tanahnya becek dan berlumpur, alat beratpun yang bekerja terbatas. Setiap saat Dansatgas menekankan agar tetap semangat dan menjaga kesehatan selama pelaksanaan tugas TMMD.

Walaupun TNI dan Rakyat fokus menyelesaikan sasaran fisik TMMD yang cukup banyak dan berat, namun tetap waspada terhadap penyebaran virus corona atau Covid-19 di lokasi TMMD.

Dengan melakukan imbauan dan sosialisasikan kepada masyarakat, Satgas TMMD juga ikut membantu perecepatan penanganan dan pencegahan penyabaran Covid-19 di wilayah ini khususnya Kabupaten Kolaka Utara. Kebersamaan dan komunikasi yang intens dengan masyarakat sangan terjalin sehingga kemanunggalan TNI Rakyat terwujud dengan sendirinya.

Keempat, Pembuatan Bak Penampungan Air Ukuran 4 X 3 X 2 Meter dan Pemasangan Pipa Sepanjang 700 Meter.

Diketahui Lokasi yang baik berada di ketinggian 170 diatas permukaan laut, dan jaraknya cukup lumayan jauh dari perkampungan. Desa Kamisi, Kecamatan Kodeoha.

Di sini akses jalan menuju ke sasaran cukup berat. Membutuhkan tenaga yang sangat ekstra keras serta harus di lengkapi dengan kendaraan yang bagus guna untuk kelancaran aktifitas kerja sehari hari khususnya dalam mengangkut material yang akan di butuhkan seperti semen, pasir dan alat alat lainnya.

Begitupun dengan Bak Penampungan yang di bangun harus kuat sehingga dapat menampung air dengan jumlah yang besar dengan kondisi air dari sumbernya cukup deras.

Pipa yang dipasang dari bak menuju ke perkampungan medannya cukup sulit dan terjal. Personel Satgas dan Masyarakat harus memasang pipa dengan melewati perengan bukit yang jurangnya cukup lumayan.

Pembuatan penampungan bak air ini bertujuan agar masyarakat bisa menikmati air bersih dengan mudah. Dan nantinya dalam kondisi musim kemarau masyarakat tidak lagi akan susah untuk mendapatkan air bersih.

Terkait dengan Kondisi Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia, memaksa Satgas TMMD harus lebih bekerja keras lagi karena terkendala dengan aturan yang di keluarkan oleh pemerintah dalam hal pengumpulan massa.

Dansatgas menghimbau kepada seluruh personel termasuk masyarakat yang terlibat agar pekerjaan tetap berjalan dengan tidak mengindahkan perintah dari pemerintah pusat untuk melaksanakan protap penanganan penyebaran virus corona covid-19, yaitu Soscial dan Physical Distancing.

Dengan keterbatasan tenaga khususnya masyarakat yang dilibatkan dalam pelaksanaan pekerjaan personel satgas tetap berupaya menyelesaikan target sasaran .

Ditengah kgiatan TMMD, Dansatgas TMMD 107 Kabupaten Kolaka Utara, Letkol Kav Amran Wahid bersama rakyat, ASN, TNI POLRI, tetap melaksanakan ibadah di lokasi TMMD di desa Pitulua, Kecamatan Lasusua, Kabupaten Kolaka Utara.

Terkait Covid19, wajib masker dan social distancing dikedepankan dlm setiap kgiatan TMMD.

TMMD 107 di Kolaka Utara ini mulai dibuka pada 16 Maret 2020 dan saat ini sudah memasuki minggu ke 4 dimana pekerjaan telah rampung 90%. (*Ar)

‘PostBanner’

Comment