by

Tegur Keras Salah Satu Stafsus Milenial, Istana: Kalau Merasa Perlu Mundur, Ya Mundur

Istana negara (ist)

Smartcitymakassar.com – Jakarta. Staf Khusus (Stafsus) milenial Presiden Joko Widodo, Andi Taufan Garuda Putra, diketahui mengirim surat kepada semua camat di Indonesia dengan menggunakan kop resmi Sekretariat Kabinet RI. Dalam surat tersebut, Andi memperkenalkan dirinya kepada semua camat di Indonesia selaku Staf Khusus Presiden. Ada dua hal yang menjadi fokus Andi untuk diperhatikan para camat. Pertama, Amartha akan melakukan edukasi seputar Covid-19. Petugas lapangan Amartha disebut akan berperan aktif memberikan edukasi kepada masyarakat desa soal tahapan penyakit Covid-19 beserta cara-cara penanggulangannya. Kedua, Amartha juga akan mendata kebutuhan APD di puskesmas atau layanan kesehatan lainnya di desa agar pelaksanaannya berjalan lancar.

Menanggapinya, Kantor Staf Presiden (KSP) dari pihak Istana menyebut Andi Taufan sudah mendapat teguran.

‘FooterBanner’


“Yang bersangkutan sudah ditegur keras dan sudah meminta maaf secara terbuka juga melalui surat yang sudah diviralkan yang kita tahu belakangan ini. Jadi saya kira itu kesalahan yang tidak bisa atau tidak boleh diulang lagi yang bersangkutan juga sudah mengaku salah dan meminta maaf secara terbuka,” kata Tenaga Ahli Utama KSP Donny Gahral Adian saat dihubungi, Selasa (14/4/2020).

BACA JUGA:  Sulsel Hanya Satu Kabupaten, Ini 102 Kab/Kota yang Bisa Terapkan ‘New Normal’

Menurut Donny, kalau permintaan mundur kalau yang bersangkutan merasa perlu mundur, ya mundur. Tapi yang bisa memberhentikan ya hanya presiden yang punya hak prerogatif,” ujar Donny.

Sebelumnya, Andi Taufan meminta maaf dan menarik surat itu. Andi meminta maaf atas kegaduhan yang ditimbulkan terkait beredarnya surat tersebut. Andi semata-mata hanya ingin ikut membantu dalam penanganan Corona.

“Sekali lagi terima kasih dan mohon maaf atas kegaduhan dan ketidaknyamanan yang timbul. Apa pun yang terjadi, saya tetap membantu desa dalam kapasitas dan keterbatasan saya,” kata Andi Taufan dalam keterangan tertulis, Selasa (14/4/2020). (Aan/Ip)

‘PostBanner’

Comment