by

Diduga Lurah Manuruki Provokasi Warganya, Ketua RW: Sorry Ces, Itu Keinginan Warga

Lurah Manuruki, Muhammad Arif Fadli, bersama Ketua Rw 01, Andi Erma Mapparessa.(ist)

Smartcitymakassar.com – Makassar. Ketua RW 01 Kelurahan Manuruki Andi Erma Mapparessa menyayangkan pemberitaan mengenai Lurah Manuruki yakni Muhammad Fadli telah memprovokasi warganya untuk tidak menerima keputusan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) terkait penggunaan Balai Diklat Sulsel sebagai tempat isolasi Orang Dalam Pantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19.

Menurut Andi Erma, aksi penolakan yang dilakukan warga disekitar Balai Diklat Sulsel, murni keinginan masyarakat itu sendiri.

‘FooterBanner’


“Soal itu (penolakan) tidak ada hubungannya dengan pak Lurah dek, memang penolakan itu dari warga sendiri, untuk menolak disekitar daerahnya ada tempat isolasi”, jelas Andi Erma, Senin (14/4/2020).

Selain itu, Andi Erma membeberkan alasan warga menolak keputusan Pemprov terkait dijadikan Balai Diklat Sulsel sebagai tempat Isolasi.

“Begini dek, warga menolak karena pertama, disana padat peduduk, kedua, kebanyak penduduk orang tua, terus ini yang paling penting, itu (Balai Diklat) AMDALnya tidak cocok dijadikan tempat isolasi”, tegasnya.

BACA JUGA:  Pasca PSBB, Pemkot Makassar Terbitkan Perwali Tentang Protokol Kesehatan Masyarakat

“Apalagi, sbelum penepatan tempat, harus pemerintah melibatkan kami sebagau warga disana, karena kami yang palin mengetahui kondisi disana”, tambahnya.

Olehnya itu, dirinya mewakili warga sekitar Balai Diklat Sulsel mengharapkan agar Pemprov dan Pemkot bisa mencari tempat lain untuk isolasi ODP dan PDP Covid-19.

“Apalagi saya kemarin baca berita, kalau Pemprov akan manfaatkan hotel – hotel untuk menampung ini (ODP), kalau itu (hotel) memnag cocok untuk tempat isolasi, bukan ditempat seperti Balai Diklat yang padat menduduk dan AMDAL yqng tidak memenuhi persyaratan”, pungkas Andi Erma.(As)

‘PostBanner’

Comment