by

Diberitakan Sebagai Provokasi Tolak ODP dan PDP, Lurah Manuruki: Itu Tidak Benar

Lurah Manuruki, Muhammad Arif Fadli (kanan), bersama didampingi Babinkamtibnas Manuruki, Aiptu Syuaib, Babinsa, Serka Rustam, Ketua Rw 7, Akp Purn. H. Hasan, Rt.3 Rw 04, Ibu Barlian.(As)

Smartcitymakassar.com – Makassar. Menanggapi perihal pemberitaan mengenai Lurah Manuruki yang seolah – olah memprovokasi warganya untuk menolak kehadiran Orang Dalam Pengawasan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Balai Diklat Sulawesi Selatan (Sulsel).

Saat dikonfirmasi, didampingi Babinkamtibnas Manuruki, Aiptu Syuaib, Babinsa, Serka Rustam, Ketua Rw 7, Akp Purn. H. Hasan, Rt.3 Rw 04, Ibu Barlian, Lurah Manuruki, Muhammad Arif Fadli S.Stp sangat menyayakan adanya pemberitaan seperti itu, munurutnya, tidak ada pihak Kelurahan yang provikasi warga.

‘FooterBanner’


“Sebenanya begini, yang perlu saya klarifikasi adalah, dalam penentuan tempat isolasi ODP dan PDP, tidak melibatkan pihak Kelurahan yang diadakan pada hari Sabtu kemarin, sampai besoknya (Minggu pagi), warga menerima link kalau itu (Balai Diklat) ingin dijadikan tempat isolasi, jadi saya mengatakan itu tidak benar, karena memang itu hari saya belum mendapat info”, ungkap Fadli. Selasa (14/4/2020).

Lebih lanjut, kata Fadli, dirinya baru dapat info dari Kecamatan Tamalate terkait pemakaian Balai Diklat Sulsel untuk penampung ODP dan PDP Covid-19 hari Minggu Sore.

“Setalah saya dapat info itu dari pak Camat, malamnya saya langsung menemui Rt / Rw untuk melakukan edukasi warga sekitar agar bisa menerima lokasi isolasi yang ditunjuk Pemprov”, kata Fadli.

BACA JUGA:  Bappeda Rencana Hilangkan Debat Kandidat, KPU Makassar: Jangan Ganggu Gugat Tahapan, Itu Sesuai PKPU Kita

“Tapi, kalau soal riak-riak warga sekitar balai diklat, saya rasa itu wajar saja, karena masyarakat belum terlalu paham soal bagaimana sistem penyebaran virus itu (Covid-19), karena yang mereka hanya dengan sistem penyebarnya melalui kontak fisik dan udara, nah ininyang ditakutkan warga sekitar”, tambah Fadli.

Namun, apapun menjadi keputusan Pemprov dan Pemkot, dirinya akan tetap mendukung sepenuhnya untuk isolasi yang akan dilakukan di Balai Diklat Sulsel.

“Dan, sedikit penjelasan, soal penolakan pengambilan sampah, saat ini memang kami mawasdiri, karena itu yang ditakutkan, jangan sampai orang disana (Balai Diklat) tidak mensorstir sampah ODP dan PDP, sehingga bercampur dengan sampah kantoran”, jelas Fadli.

“Sekalian, soal pernyataan pak Tau Toto, saat ini saya ” WhatsApp” dengan beliau dan mengatakan jika dirinya tidak penrah mengatakan sesuai yang diberitakan”, pungkas Fadli.(As)

‘PostBanner’

Comment