by

Sulsel Ke-5 Terbanyak Positif Corona di Indonesia, Kapan PSBB?

Para medis corona (ist)

Smartcitymakassar. Jakarta. Berdasarkan data yang disampaikan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto, di Kantor Graha BNPB, Jakarta Timur, ‘pasien positif’ virus corona di seluruh Indonesia, hingga Minggu (12/4/2020) pukul 12.00 WIB terdapat 6 provinsi terbanyak diantaranya:

1. DKI Jakarta 2044 orang

‘FooterBanner’


2. Jawa Barat 450 orang

3. Banten 281 orang

4. Jawa Timur 386 orang

5. Sulawesi Selatan 222 orang

6. Jawa Tengah 200 orang

Selanjutnya adapun data pasien positif di Provinsi lainnya adalah: Aceh 5 orang, Bali 81 orang, Bangka Belitung 4 orang, Bengkulu 4 orang, Daerah Istimewa Yogyakarta 41 orang, Jambi 4 orang, Kalimantan Barat 13 orang, Kalimantan Timur 35 orang, Kalimantan Tengah 25 orang, Kalimantan Selatan 34 orang dan Kalimantan Utara 16 orang.

Kemudian Kepulauan Riau 21 orang, Nusa Tenggara Barat 37 orang dan Sumatera Selatan 21 orang, Sumatera Barat 44, Sulawesi Utara 17 orang, Sumatera Utara 65 orang, Sulawesi Tenggara 16 orang, dan Sulawesi Tengah 19 orang. Selanjutnya Lampung 20 orang, Riau 16 orang, Maluku Utara 2 orang, Maluku 11 orang, Papua Barat 3, Papua 63 orang, dan Sulawesi Barat 5 orang, Nusa Tenggara Timur 1, Gorontalo 1 orang.

Soal PSBB

Sebagai informasi, sebelumnya PSBB sudah diberlakukan di Provinsi DKI Jakarta. PSBB di DKI Jakarta berlaku mulai Jumat, 10 April 2020, lalu. Menkes juga sudah menyetujui PSBB untuk wilayah Jawa Barat, meliputi Depok, Bogor, dan Bekasi. PSBB Jabar diperkirakan akan berlaku pada Rabu atau Kamis mendatang. Tak hanya itu, PSBB Provinsi Banten juga telah distujui Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

“Sudah (ditandatangani),” ujar Juru Bicara Pemerintah soal Penanganan Corona, dr Achmad Yurianto, saat dikonfirmasi, Minggu (12/4/2020).

Sementara itu, Menteri Kesehatan Terawan Terawan Agus Putranto diketahui menolak permohonan PSBB tiga daerah yang ditolak lantaran tidak memenuhi kriteria, Per hari ini, Senin (13/4/2020).

“Iya ada beberapa daerah ditolak,” kata Kepala Bidang Media dan Opini Publik Kementerian Kesehatan, Busroni, kepada wartawan, Senin (13/4/2020).

Ketiga wilayah yang ditolak adalah pertama Kota Sorong, Papua Barat, kedua Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah; dan ketiga Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Tumur.

BACA JUGA:  Presiden Jokowi Sebut Bisa Saja Reshuffle Kabinet, Ada Apa?

Dalam peraturan tersebut diatur, untuk dapat ditetapkan PSBB, suatu wilayah provinsi/kabupaten/kota harus memenuhi kriteria sebagai berikut: a. jumlah kasus dan/atau jumlah kematian akibat penyakit meningkat dan menyebar secara signifikan dan cepat ke beberapa wilayah, b. terdapat kaitan epidemiologis dengan kejadian serupa di wilayah atau negara lain.

Bagaimana dengan Sulsel?

Hal yang mengejutkan terjadi di Sulsel, dimana saat ini berdasarkan data pasien positif Corona di Sulsel telah melampaui Jateng. Padahal diketahui tingkat populasi penduduk Jateng 3 kali lebih banyak dari Sulsel. Luas wilayah pun Sulsel sangat luas.

Sulsel kini berada pada posisi ke-5 wilyah dengan pasien positif Corona terbanyak.

Diketahui saat ini menyeruak di masyarakat Sulsel inginkan penerapan PSBB. Hal ini sangat beralasan melihat gejala kenaikan drastis pasien positif corona yang terjadi di wilayah tersebut.

Namun menurut, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah kemungkinan Sulsel hanya akan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Kecil (PSBK).

Usai rapat koordinasi gugus tugas percepatan penanganan COVID-19 di Balai Manunggal Makassar, Sabtu (11/4/2020), Nurdin Abdullah menegaskan, segera melaksanakan langkah intervensi.

“Kita tidak lagi menyarankan atau mengimbau, tapi kita harus intervensi. Pertama kita lakukan langkah kongkret. Pemetaan daerah episentrum, penyaluran logistik hingga pengamanan,” tegas Nurdin Abdullah.

Selain itu, kata Nurdin akan memberikan kewenangan penuh kepada RT dan RW untuk bergerak menjalankan Pembatasan Sosial Berskala Kecil (PSBK). Dan selanjutnya, mengidentifikasi orang yang tinggal sekamar dengan yang terjangkit.

“Ada indentifkasi nanti, tidak boleh ada tinggal sekamar dengan pasien apalagi berbaur. Kita siapkan balai pelatihan (BPSDM) Pemprov sebagai tempat isolasi. Tentu RT dan RW lebih tahu warganya,” kata Nurdin.

Sebagai informasi, Berdasarkan data di situs covid19.sulselprov.go.id , Senin (13/4/2020) pukul 12.57 WITA, jumlah Orang Dalam Pantauan (ODP) di Sulsel sebanyak 2672 kasus. Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 382 kasus. Dan kasus positif COVID-19 sebanyak 222 kasus. (Ar/Ip)

‘PostBanner’

Comment