by

Ini Dampak Corona Bagi Para Pekerja Formal di Sulsel

Pekerja (ilustrasi)

Smartcitymakassar.com – Makassar. Dampak Corona ke ekonomi Sulawesi Selatan (Sulsel) mulai terasa khususnya bagi perusahaan dan tentunya para pekerja formalnya.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Sulawesi Selatan, Andi Darmawan Bintang, merilis data sektor ketenagakerjaan, yang terdampak Covid-19 atau Virus Corona di Sulawesi Selatan.

‘FooterBanner’


“Hingga Rabu, 8 April pukul 19.00 Wita, data yang masuk baru dari 11 Kabupaten/Kota yakni, Makassar, Gowa, Takalar, Sinjai, Wajo, Pangkep, Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, Tana Toraja, dan Toraja Utara,” ujar Darmawan kepada wartawan.

Menurutnya, dari 11 kabupaten/kota, ada sektar 165 perusahaan yang terdampak Virus Corona.

“Total terdampak sekitar 8.272 pekerja. Dimana pekerja yang dirumahkan sekitar 8.129 pekerja dan pekerja Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) 143 orang,” jelasnya.

Dari total 8.129 pekerja yang dirumahkan, sebanyak 392 pekerja tetap menerima pembayaran dengan rata-rata 50 persen gaji.

BACA JUGA:  Menko PMK Didampingi Wagub Sulsel Akan Lakukan Salat Id di Masamba

“Dan selebihnya dirumahkan tanpa menerima upah, dan menunggu panggilan bekerja kembali dari perusahaan,” jelas Darmawan.

Selanjutnya, dari 11 kabupaten/kota, tiga daerah tertinggi terdampak yakni; pertama Kota Makassar dengan 6.013 pekerja (72,69%), kedua Tana Toraja 1.531 pekerja (18,52%) dan ketiga Toraja Utara 158 Pekerja (1,91%).

Sementara itu, rincian dari 143 karyawan yang di PHK pemutusan hubungan kerja adalah: pertama Makassar: 88 pekerja (61,54%), kedua Palopo: 54 pekerja (37,76) dan ketiga Takalar: 1 pekerja (0,70%).

“Ada pun sektor ekonomi terdampak yakni sektor jasa, sektoe pariwisata, sektor perdagangan dan dan sektor konstruksi. Di antara keempatnya, paling banyak sektor jasa dan perhotelan,” jelas Darmawan. (Ar/Ip)

‘PostBanner’

Comment