by

Gubernur Sulsel: Virus Corona Belum Mampu Ditekan, Bahkan di Luar Prediksi Kita

Nurdin Abdullah (ist)

Smartcitymakassar.com – Makassar. Sebagai salah satu upaya penanganan dampak penyebaran virus Corona atau COVID-19 di daerahnya, Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Abdullah menyatakan akan fokus pada jaring pengaman sosial. Hal ini dijelaskannya di sela rapat bersama Forkopimpda Provinsi Sulsel di salah satu hotel di Makassar, Kamis (9/4/2020).

Nurdin Abdullah mengatakan, pengadaan bantuan untuk jaring pengaman sosial akan mendukung pelaksanaan pembatasan sosial, sehingga untuk sementara waktu masyarakat dapat berdiam diri di rumah terlebih dahulu. Kondisi ini, katanya, mencermati masih banyaknya warga yang keluar rumah dengan berbagai alasan, termasuk mencari nafkah untuk konsumsi sehari-hari.

‘FooterBanner’


Mengenai jumlah kasus COVID-19 yang terus bertambah di Sulsel, Nurdin Abdullah mengakui belum mampu menekan pandemi virus Corona di daerahnya.

“Pandemi virus corona belum mampu ditekan, bahkan di luar prediksi kita. Di Makassar saja yang sebelumnya hanya di empat kecamatan, sekarang sudah menyebar ke mana-mana,” kata Nurdin Abdullah.

Sementara itu tentang wacana pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (SPBB), menurut Nurdin Abdullah sebenarnya sudah dilakukan dengan sekolah dari rumah dan bekerja dari rumah. Olehnya hal tersebut hanya perlu sosialisasi lebih masif.

BACA JUGA:  Temukan Perkebunan Sawit Besar-besaran di Lutra, Ini Kata Kejati Sulsel

Turut hadir dalam rapat bersama Forkopimda Sulsel yang membahas seputar pencegahan dan penanganan COVID-19 di Sulsel itu, di antaranya Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Andi Sumangerukka, Kapolda Sulsel Irjen Pol Mas Guntur Laupe, Penjabat Wali Kota Makassar M. Iqbal Suhaeb dan Ketua DPRD Sulsel Andi Ina Kartika Sari.

Sebagai informasi, Update data virus corona atau covid-19 di Sulawesi Selatan (Sulsel) hingga Rabu (9/4/2020) pukul 18.47 WITA, dilansir dari laman resmi Sulsel Tanggap Covid-19, ODP (Orang Dalam Pemantauan) tercatat 2511, dimana 1578 proses pemantauan, 933 selesai pemantauan.

Sedangkan PDP (Pasien Dalam Pengawasan) tercatat 329, dimana 233 dirawat, 80 Sehat, dan 16 meninggal.

Sementara itu, pasien Positif Corona tercatat 135, dimana 99 dirawat, 23 sembuh dan 13 meninggal.

Berdasarkan data kasus 135 positif di Sulsel tersebut, kasus terbanyak terjadi dari Kota Makassar yakni 85 positif.

Adapun di Kota Makassar, tercatat 434 ODP, 154 PDP dan 85 positif, dengan total keseluruhan kasus sebesar 673 kasus dari total 2511 kasus di Sulsel.

Sumber https://covid19.sulselprov.go.id (aan/ip)

‘PostBanner’

Comment