by

Resmi! Cuti Bersama Lebaran 28-31 Desember 2020

Mudik lebaran (ilustrasi)

Smartcitymakassar.com – Jakarta. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, memimpin Rapat Koordinasi Tingkat Menteri (RTM) membahas kebijakan Pemerintah terkait perubahan cuti bersama tahun 2020 dalam rangka percepatan penanganan Virus Korona (Covid-19). Menurut Menko PMK, perubahan ini akan mengubah Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 174 Tahun 2020, Nomor 01 Tahun 2020 dan Nomor 01 Tahun 2020.

“Kebijakan ini menindaklanjuti arahan Presiden dalam Ratas Antisipasi Mudik Lebaran pada tanggal 2 April 2020 terkait Imbauan Tidak Mudik dan Penggantian Libur Lebaran tahun 2020,” ujar Menko PMK saat memimpin RTM terkait Revisi SKB 3 Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2020, Kamis (9/4/2020).

‘FooterBanner’


Diketahui, sebelumnya Pemerintah telah menetapkan tambahan cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah, yang disepakati dalam rapat di Kemenko PMK, Jakarta, Senin (9/3/2020), atau sebulan sebelumnya.

Perubahan Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama ini, lanjut Menko PMK, dituangkan kembali dalam Revisi SKB 3 Menteri Nomor 391 Tahun 2020, Nomor 02 Tahun 2020 dan Nomor 02 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 728 Tahun 2019, Nomor 213 Tahun 2019, Nomor 01 Tahun 2019 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2020.

Berdasarkan kesepakatan rapat, beberapa perubahan cuti bersama adalah sebagai berikut:

– Libur Hari Raya Idulfitri tetap pada tanggal 24-25 Mei 2020.

– Tambahan Cuti Bersama Maulid Nabi Muhammad SAW tanggal 28 Oktober 2020.

– Tambahan Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri semula sejak tanggal 26-29 Mei 2020, dicabut dan digeser ke akhir tahun pada tanggal 28-31 Desember 2020.

BACA JUGA:  Aneh, Anggaran Bantuan Paket Sembako Belum Habis Minta Tambah Lagi, Buat Apa?

Pergeseran cuti bersama di akhir tahun, menurut Menko PMK, dilakukan dengan pertimbangan bahwa Covid-19 telah tertangani dengan baik.

Selain itu, Menko PMK sampaikan bahwa akhir tahun anak-anak libur sekolah dan keluarga juga punya waktu cukup untuk merencanakan liburannya. Menutup RTM, Menko PMK menegaskan kembali agar masyarakat merayakan Hari Raya di daerah setempat dan tidak melakukan mudik lebaran.

“Mobilitas antar provinsi akan benar-benar dibatasi dan diprioritaskan untuk distribusi logistik dan keperluan medis,” pungkas Menko PMK dalam rilis. RTM dilakukan melalui Video Conference diikuti oleh: Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan, Menpan RB Tjahjo Kumolo, Menaker Ida Fauziyah, Menag Fachrur Razi, Menparekraf Wisnutama, Sekjen Kemendagri Hadi Prabowo, Kapolri Idham Aziz dan perwakilan K/L terkait lainnya.

Sebagai informasi, sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan membuka opsi libur Lebaran diundur pada akhir tahun. Ia menegaskan rencana ini tengah ia kaji menyusul situasi penanganan pandemi Corona atau COVID-19 yang masih berlangsung.

“Mengenai liburan, ini sedang dihitung. Nanti mungkin diberikan lebih banyak di akhir tahun atau bagaimana,” ucap Luhut dalam siaran live Sekretariat Kabinet, Kamis (2/4/2020).

Sebelumnya juga, Presiden Jokowi menyebutkan saat pembukaan rapat terbatas melalui video conference di Istana Bogor, menyebutkan Hari Raya Idul Fitri untuk tahun 2020 bisa diganti ke hari lain. Namun, ia belum merinci pada bulan ke berapa maupun tanggal pasti waktu pelaksanaan Idul Fitri pengganti itu.

“Alternatif mengganti hari libur nasional di lain hari untuk hari raya, mungkin bisa dibicarakan,” ucap Jokowi, Kamis (2/4/2020). (Aan/Ip)

‘PostBanner’

Comment