by

Soal Pejabat Pemkot yang Meninggal dengan Status PDP, Ini Langkah yang Diambil Pj Walikota Makassar

Pejabat Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb (ist)

Smartcitymakassar.com – Makassar. Diketahui salah satu pejabat di lingkup Pemerintahan Kota Makassar yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) virus corona (Covid-19) meninggal dunia setelah tiga jam diioslasi di RSUD Haji Makassar, Senin (6/4/2020) petang.

Terkait dengan hal tersebut, Pejabat Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb segera melakukan tracking atau pelacakan siapa saja yang pernah kontak dengan Aparat Sipil Negara (ASN) Pemkot yang meninggal dunia tersebut.

‘FooterBanner’


“Kami segara kontak tracking. Besok, rencana dilakukan pemeriksaan rapid test kepada seluruh orang yang melakukan kontak terakhir dengan almarhum,” jelas Iqbal, di Posko Induk Penanganan COVID-19, di Balai Mutiara, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (8/4/2020).

Iqbal pun membenarkan almarhum ZA, menjabat Kepala Sub Bagian Bantuan Hukum, Pemkot Makassar yang berstatus PDP di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Haji.

Olehnya, dengan kejadian itu, kata Iqbal Pemkot Makassar sudah melakukan sterilisasi lingkungan kerja di Balai Kota termasuk tempat-tempat yang pernah dikunjungi almarhum dalam beberapa hari terakhir.

Iqbal pun meminta agar semua orang yang melakukan kontak dengan almarhum beberapa hari terakhir agar segera melaporkan melalui call center 112, dan hotline Dinas Kesehatan Pemkot Makassar 085255875751, 081343720062, 0811468894.

Semuanya orang yang pernah kontak akan jalani rapid test di Puskesmas Makkasau, jalan Ratulangi, Komplek PDAM, sebagai langkah antisipasi dan pencegahan penyebaran virus tersebut lebih jauh.

BACA JUGA:  HBH Online The 7 Awareness, Julia Putri Noor Hadir sebagai Narasumber

“Terkait salah seorang Kasubag kami dari Pemkot Makassar yang meninggal kemarin, menurut keluarga memang telah mengalami gejala klinis selama tiga hari terakhir. Beliau demam selama tiga hari, dan dihari ke tiga sudah tidak bisa bergerak sama sekali sehingga diantar keluarganya ke Rumah Sakit. Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata almarhum sudah batuk dan mengalami pneumonia yang merupakan salah satu ciri dari COVID-19,” ungkap Iqbal.

Mengenai kantor Balaikota, lebih lanjut Iqbal menegaskan tak akan mengambil kebijakan penguncian area Balai Kota. Adapun upaya yang dilakukan dengan mensterilisasi dalam beberapa hari kedepan berupa penyemprotan disinfektan, serta rapid test dimulai dari tempat kerja almarhum.

“Selebihnya tetap berjalan normal seperti biasa, sebagaimana sistem kerja yang diberlakukan sejak mewabahnya virus ini,” pungkasnya. (Ar/Ip)

‘PostBanner’

Comment