by

Viral! Jadi Keresahan Warga: Cara Isolasi Mandiri NA, Warga Takalar yang Diduga Positif Corona

Sampel darah positif covid 19 (ilustrasi)

Smartcitymakassar.com – Takalar. Salah seorang warga Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan (Sulsel) positif terjangkit Covid-19 mengamuk dan enggan dievakuasi petugas medis ke rumah sakit. Hingga akhirnya pasien berinisial NA ini diputuskan isolasi mandiri dirumahnya, atau dipulangkan ke Takalar.

Bermula NA sebelumnya berstatus PDP dan dirawat di rumah sakit Bhayangkata Makassar setelah mendapat rujukan dari RSUD Padjonga Daeng Ngalle Takalar pada 25 Maret 2020 lalu. Setelah menjalani isolasi di rumah sakit kondisi NA mulai membaik hingga akhirnya diizinkan pulang ke rumahnya. Namun, pada Rabu (1/4/2020) hasil swab menyatakan ia positif terjangkit Covid-19.

‘FooterBanner’


“Berita itu memang benar bahwa salah satu warga Takalar yang berinisial NA yang berdomisili di Kelurahan Salaka, Kecamatan Pattallassang, positif Covid 19 atau corona. Setelah sebelumnya dirujuk ke RS Bhayangkara pada tanggal 25 Maret 2020 lalu dengan status PDP atau Pasien Dalam Pengawasan, “jelas Plt. Kadis Kesehatan Takalar Dr. Rahmawati melalui pesan singkat.

NA sebenarnya warga Kabupaten Gowa, Sulsel namun lantaran menderita demam tinggi, NA berpindah ke rumah isteri keduanya di Kabupaten Takalar hingga akhirnya dinyatakan positif Covid-19.

“Berdasarkan kartu identitas NA adalah warga Kabupaten Gowa dan saat menderita gejala demam NA berada di rumah isteri keduanya dan dirujuk ke Rumah Sakit Takalar,” kata Rahmawati.

Viral di Media Sosial

Namun hal mengagetkan viral di media sosial dan group WA di Sulsel saat diungkapkan ternyata NA saat pulang ke rumah, sejumlah warga justru menyambut kedatangan NA tanpa menggunakan masker.

Berdasarkan video yang beredar, terlihat juga banyak anak anak yang menyambutnya.

(VIDEO/ sumber WAG)

Bahkan yang lebih mengagetkan, berdasarkan pesan di WAG, NA bahkan disebut pergi kawinan dan Shalat Jumat. Hingga berita ini diturunkan, smartcitymakassar.com masih terus mencari tahu kebenaran kabar pesan WAG ini.

BACA JUGA:  Sulsel Hanya Satu Kabupaten, Ini 102 Kab/Kota yang Bisa Terapkan ‘New Normal’

Menurut infomasi dilapangan, salah seorang yang tak ingin disebutkan namanya menyebutkan jika pasien itu bebas keluar ke teras rumahnya. Bahkan pasien itu pernah didapati duduk-duduk di teras rumah tanpa pengawasan.

Tanggapan Dinas Kesehatan Takalar

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar, dr Rahmawati beralasan pasien tersebut sudah membaik. Oleh karena itu, katanya, pasien diberi kesempatan melakukan isolasi mandiri di rumahnya. Menurutnya, pasien sudah tidak batuk, demam, maupun sesak napas.

“Saat ini dia aman, dari segi fisik sudah jauh lebih baik sebelum dirawat, kondisi kesehatan sudah prima,” kata dr Rahma, Jumat (3/4/2020).

“Kondisinya sudah baik. Kita isolasi mandiri di rumah,” pungkasnya.

Tanggapan DPRD Takalar

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Takalar, Husniah Rachman menyesalkan kebijakan Pemkab Takalar yang tidak mengisolasi pasien positif Corona tersebut. Menurutnya, kebebasan pasien positif Corona tersebut bisa berpotensi menyebarkan Virus Corona kepada masyarakat sekitarnya.

“Itu sangat tidak tepat, harusnya diambil tindakan tegas untuk dilakukan isolasi pada pasien,” katanya, Jumat (3/4/2020).

Husniah menegaskan, isolasi mandiri oleh pasien dinilai membahayakan kesehatan warga lain. Ia pun berharap, Pemkab Takalar segera mengidentifikasi orang-orang yang pernah melakukan kontak dengan pasien.

Husniah menegaskan, masyarakat membutuhkan tindakan tegas Pemkab Takalar untuk mengisolasi pasien tersebut.

Olehnya menurut Hisniah, Komisi III akan segera meminta penjelasan kepada Dinas Kesehatan Takalar dalam waktu dekat. Ia mengaku akan segera berkoordinasi dengan rekan-rekannya sesama Komisi III. (Aan/Ip)

‘PostBanner’

Comment