by

Puluhan Warga Bontorannu Turun Aksi ke Jalan, Ada Apa?

Ilustrasi narkoba

Smartcitymaakssar.com – Makassar. Ditengah pandemi wabah virus Covid 19 atau yang biasa dikenal dengan nama virus Corona, adapula oknum yang memanfaatkan situasi ini dengan menjual Narkotika dan Obat terlarang (Narkoba) jenis sabu – sabu.

Antisipasi hal tersebut, warga jalan dahlia Lr. 312, Kelurahan Bontorannu, Kecamatan Mariso Kota Makassar, menggelar aksi tolak jual beli Narkotika jenis sabu yang sudah menjalar di tengah masyarakat Bontorannu.

‘FooterBanner’


Kondisi yang memperihatinkan terjadi di tengah masyarakat ORW 01 /02 Kelurahan Bontorannu Kecamatan Mariso, dimana wabah penyalahgunaan sabu yang kembali menjalar di tengah masyarakat kalangan kebawah maupun kalangan ke atas.

Aksi ini dilakukan oleh ORW / 01 /02, dimana puluhan warga yang turun aksi dijembatan penghubung kedua RW untuk menyuarakan bahwa penjual dan pembeli Narkoba jenis sabu akan ditindaki oleh warga masyarakat sendiri dengan bantuan aparat kepolisian, TNI, dan LPM itu sendiri.

Selain itu, masyarakat pun kembali memasang baliho diatas jembatan yang berbunyi, “untuk menyelamatkan generasi penerus bangsa khususnya ORW 01 / 02 kami warga Bontorannu menolak keras penjual dan pembeli sabu-sabu yang datang ke Bontorannu”.

BACA JUGA:  Jam Malam dan Keadaan Darurat Diberlakukan Tapi Unjuk Rasa di AS Tetap Berlangsung

Dalam aksi puluhan warga, juga turut langsung Ketua RW, RT, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, Kepolisian, TNI, dan LPM Bontorannu. Yang mendukung aksi ini guna tidak menjadi rantai menjalarnya bisnis haram tersebut.

Tujuan dari aksi ini agar adanya kesadaran tindakan dari warga, terutama orang tua para anak -anaknya yang sudah masuk di zona tersebut, agar bersama – sama memerangi narkoba.

Ketua RT 01, Amhadi menyatakan, penyalah gunaan barang haram ini, sudah tidak bisa dibiarkan terus menerus ada dilingkungan Bontorannu, karena akan merusak anak cucu kita kedepannya, olehnya itu meminta kerjasama warga masyarakat, dan aparat kepolisian serta TNI untuk turut mendukung dan membantu aksi ini, agar menghilangkan paradigma masyarakat luar bahwa bontorannu adalah kampung narkoba.

“Kedepannya akan dilakukan sweeping dan pengadaan pos kamling untuk mencegah orang – orang luar yang masuk untuk memberi sabu – sabu”, tegasnya.(As)

‘PostBanner’

Comment