by

Positif Corona, Ini Pesan Mengharukan dari Prof Idrus Paturusi

Prof Idrus Paturusi (ist)

Smartcitymakassar.com – Makassar. Mantan rektor Universitas Hasanuddin, Prof Idrus Paturusi diketahui saat ini positif Corona atau COVID-19. Ia pun bercerita tentang bagaimana pentingnya jaga jarak saat ini bagi masyarakat agar terhindar dari virus mematikan ini.

Dari ruang isolasi Rumah Sakit Universitas Hasanuddin di Makassar, melalui aplikasi Zoom, Prof Idrus menyampaikan bahwa physical distancing (sebelumnya disebut social distancing) adalah hal sangat penting. Sebab, berdasarkan pengalaman pribadinya, Prof Idrus ungkapkan terkena Covid-19 juga karena berjabat tangan dengan salah satu carier covid-19.

‘FooterBanner’


“Kenapa saya bisa kena? Ternyata pada tanggal 13 (Maret-red), saya periksa tanggal 24 (Maret-red), saya bersalaman dengan seorang teman yang sekarang juga ada di rumah sakit karena positif covid-19. Saya hanya berjabat tangan dan kemudian terpapar. Jadi di tubuh saya sekarang ini sudah ada virus,” katanya, Minggu (29/3/2020).

Berbeda dengan kebanyakan pengidap Covid-19 lain, Prof Idrus sama sekali tidak mengalami gejala. Dia menjelaskan, kalau saja dirinya tidak memeriksakan diri pada tanggal 24 Maret di Lab Universitas Hasanuddin, maka dia tidak akan tahu bahwa dirinya Carier (pembawa virus).

Olehnya Prof Idrus menegaskan karena kita tidak pernah tahu siapa yang sedang dihinggapi Covid-19, langkah jaga jarak ini diperlukan.

“Hanya dengan berjabat tangan, itu virus sudah pindah. Saya sudah lama mentracing, baru saya tahu, pada waktu saya tahu, teman saya tersebut juga diopname, maka jarak sangat penting, apalagi kalau kita bersalaman, apalagi kalau cipika-cipiki, itu sangat berbahaya,” jelasnya.

Selain physical distancing, Prof Idrus mengajak agar setiap orang terus meningkatkan daya tahan tubuh. Peningkatan daya tahan tubuh ini sangat penting bagi orang-orang yang masih sehat.

BACA JUGA:  Ilmuwan Berburu ‘Hotspot’ Pandemi Covid-19 untuk Menguji Vaksin

Bagi yang sudah berumur misalnya, katanya peningkatan daya tahan tubuh tersebut dapat dilakukan dengan berjalan kaki setiap pagi mulai 15-20 menit. Selain itu, yang tidak kalah penting adalah berjemur di bawah terik matahari sekitar satu jam.

Prof Idrus menyampaikan, sifat virus adalah self limiting disease. Artinya, pengidap virus tersebut akan bisa sembuh sendiri bila daya tahan tubuhnya memang kuat.

Karena menurut Prof Idrus, apabila virus ini bisa merajalela di dalam tubuh kita, akhirnya sampai pada situasi yang kita sebut sebagai gagal pernapasan. Gagal pernapasan inilah yang menyebabkan banyak penderita Covid-19 meninggal dunia.

“Gagal pernapasan ini terjadi karena daya tubuh yang tidak kuat sehingga virus yang masuk dan berkembang biak di dalam paru-paru mengeluarkan sekret kental. Sekret ini menutup saluran pernapasan dan membuat pasien meninggal dunia,” jelasnya.

Prof Idrus yang merupakan Dokter senior ini menjelaskan, apabila mengalami fase gagal pernpasan, satu-satunya cara adalah menggunakan mesin bantuan pernapasan atau disebut ventilator.

“Sayangnya, di Indonesia, apalagi di daerah-daerah, mesin ini sangat terbatas. Inilah yang membuat rumah sakit akan kewalahan bila ada penderita Covid-19,” ujarnya.

Semoga dari pengalaman saya, pembaca memperhatikan agar selalu menjaga jarak saat berinteraksi dengan orang lain dan memperhatikan imunitas tubuh,”pungkasnya. (Aan/Ip)

‘PostBanner’

Comment