by

Tata Cara Keringanan Cicilan Dampak Corona, Ini Penjelasan OJK

Tata cara keringanan kredit (ojk)

Smartcitymakassar.com – Jakarta. Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengumumkan kelonggaran atau relaksasi kredit selama satu tahun kepada pekerja informal atau pelaku usaha mikro dan kecil yang penghasilannya terdampak virus corona atau Covid-19, termasuk membayar cicilan kendaraan bermotor.

Kelonggaran kredit ini diatur dalam POJK No. 11/POJK.03/2020 yang berlaku sejak 16 Maret 2020 hingga 31 Maret 2021.

‘FooterBanner’


Bagaimana agar masyarakat tidak ditagih cicilan kredit kendaraan oleh perusahaan leasing?

Dilansir dari pemberitahuan resmi OJK, pada Sabtu (28/3/2020), berikut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan 5 langkah atau tata cara pengajuan keringanan kredit dampak dari corona:

1. Debitur tidak perlu datang ke bank atau perusahaan pembiayaan (leasing). Tunggu dan ikuti pengumuman yang akan disampaikan bank/leasing melalui website dan atau call center resmi.

2. Prioritas Debitur yang mendapat keringanan adalah memenuhi persyaratan minimal, yaitu: (a) debitur terkena dampak Covid-19 dengan nilai kredit/leasing di bawah Rp 10 miliar. Debitur yang dimaksud yaitu pekerja informal, berpenghasilan harian, atau pengusaha mikro dan usaha kecil (Kredit UMKM dan KUR), (b) Jika memenuhi syarat tersebut, maka keringanan dapat diberikan dalam periode waktu maksimum 1 tahun dalam bentuk penyesuaian pembayaran cicilan pokok/bunga, perpanjangan waktu atau hal lain yang ditetapkan oleh bank/leasing, (c) Debitur kemudian bisa mengajukan kepada bank/leasing dengan menyampaikan permohonan melalui saluran komunikasi bank/leasing, dan (d) Jika dilakukan secara kolektif misalkan melalui perusahaan, maka direksi wajib memvalidasi data yang diberikan kepada bank/leasing. Jika tak masuk persyaratan, hubungi pihak leasing melalui telepon.

3. Bagi debitur yang tidak memenuhi syarat di atas, bank/leasing memiliki kebijakan keringanan kredit/leasing, sehingga Debitur dapat berkontak langsung melalui sarana komunikasi yang selama ini digunakan dan tetap tidak perlu hadir/tatap muka.

4. Debitur agar selalu mengikuti informasi resmi dari bank/leasing, tidak mudah percaya dengan informasi yang bersifat hoax, termasuk melaporkan kepada bank/leasing jika ada pihak debt collector yang melakukan teror/tidak sesuai ketentuan. Dapat juga dilaporkan ke OJK telepon 157, WA 081 157 157 157 atau email konsumen@ojk.go.id dengan menyebutkan nama, perusahaan bank/leasing, dan masalah yang dihadapi.

5. Keringanan kredit/leasing ini dilakukan dengan penuh tanggungjawab oleh para pihak baik debitur dan bank/leasing. (Aan/Ip)

BACA JUGA:  Deteksi Awal Buat Masyarakat, Bagaimana Perkembangan Soal Rapid Tes di Makassar?

Sumber twitter OJK:

https://twitter.com/ojkindonesia/status/1243876254480084992?s=19

https://twitter.com/ojkindonesia/status/1243876283093635072?s=19

‘PostBanner’

Comment