by

Hadiri Dialog Publik, Bawaslu: Pembagian Sembako Juga Masuk ‘Money Politik’

(dari kanan ke kiri), Ketua KPU Kota Makassar, Farid Wajdi, Pakar Politik dan Kebangsaan, Arqam Azikin, Komisioner Bawaslu Kota Makassar, Abd. Hafid.(As)

Smartcitymakassar.com – Makassar. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kota Makassar menggelar diskusi publik dengan mengangkat tema “Pilkada Makassar 2020 Damai dan Sejuk Tanpa Hoax dan Sara” di Warkop Rumah Kopi, Jum’at (20/3/2020).

Dalam sambutan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar, Farid Wajdi menyampaikan, dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), KPU sebagai pihak penyelenggara akan tetap melakukan sosialisasi untuk agar tidak ada ketegangan.

‘FooterBanner’


“Itulah tugas kami (KPU), agar masyarakat terhindar dari ketegang, kami akan tetap melakukan sosialisasi untuk memberikan kelonggaran, karena pemilihan itu adalah pesta rakyat”, jelas Farid.

Selain itu, lanjut Farid, salah satu alasan masyarakat yang paling populer saat ini sehingg tidak datang ke Tempat Pemilihan Suara (TPS), menurut Farid, mereka (masyarakat) tidak mengenali calon yang akan dipilih.

BACA JUGA:  Keren, Koleksi Hijab di Akun Istagram Ayesa Store

“Dan alasan lainnya adalah, cara publik melihat pemilihan umum, misalnya ada ketegangan yang terjadi”, lanjut Farid.

Sementara, Komisioner Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Kota Makassar, Abd. Hafid mengimbau kepada warga masyarakat, jika ada indikasi kecurangan dalam pemilihan yang akan digelar 2020 mendatang, sebaiknya segera melaporkan ke pengawas.

“Misalnya, salah satunya adalah ‘money politik’, sebaiknya masyarakat tolak uangnya dan segera laporkan ke kami (Bawaslu) dan bukan hanya itu, memberikan sembako atau pembagian jenis lainnya, juga termasuk itu (money politik)”, imbuh Abd. Hafid.

Sekedar diketahui, selain KPU dan Bawaslu Kota Makassar, turut hadir pakar Politik Kebangsaan, Arqam Azikin di dialog yang digelar DPD LIRA Kota Makassar.(As)

‘PostBanner’

Comment