by

Soal Penjelasan Video TKA China yang Berbeda, Ini Tanggapan Komisi 3 DPR RI

Hinca Pandjaitan (int)

Smartcitymakassar.com – Jakarta. Terkait sebuah Video berisi narasi rombongan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China tiba di Bandara Haluoleo, Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), di tengah wabah virus Corona atau Covid-19 viral di sejumlah media sosial, diketahui, Kapolda Sulawesi Tenggara (Sultra) Brigjen Merdisyam telah menjelaskan bahwa 49 WNA China dipastikan bukan baru datang dari China, melainkan baru datang dari Jakarta setelah mengurus dokumen-dokumen perpanjangan visa masa kerja.

Namun pernyataan ini sedikit berbeda dengan apa yang disampaikan Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Sulawesi Tenggara, Saemu Alwi. Secara detail, Saemu Alwi menyebut ada sebanyak 49 WNA yang masuk ke Bandara Haluoleo, Konawe Selatan, Minggu malam (15/3). Namun, dia membantah bahwa mereka adalah pekerja yang mengurus perpanjangan visa kerja.

‘FooterBanner’


“Kalau mereka urus perpanjangan kerja harus melalui Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja di daerah, tapi kita tidak pernah keluarkan, saya juga sudah melakukan pengecekan di kementerian tapi data mereka tidak ada,” ujar Saemu kepada wartawan.

Seharusnya, lanjut Saemu Alwi, para pekerja tersebut tidak diperkenankan masuk. Ini lantaran ada imbauan dari Kementerian Ketenagakerjaan pada Februari 2020 lalu untuk tidak memberi izin bagi pekerja dari China masuk Indonesia, termasuk di Sultra.

BACA JUGA:  Cek Sosmed, KPU Kota Makassar Sediakan Rubrik "VoteData"

“Jika mereka pekerja baru, maka seharusnya datanya ada di pusat, tapi faktanya mereka tidak punya data sama sekali sebagai pekerja,” jelas Saemu Alwi.

Menanggapi ketidakjelasan masalah ini, Anggota Komisi III DPR, Hinca Pandjaitan meminta kepada Kapolri Jenderal Idham Azis untuk mengklarifikasi ulang tekait kabar 49 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China yang masuk Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

“Saya sudah chat ke Kapolri, dan beliau sudah respons. Intinya, saya menyampaikan kebingungan publik atas informasi bias Kapolda Sultra terkait kedatangan TKA dan meminta agar Polri untuk klarifikasi ulang kebenaran situasi di Sultra,” tulis politisi Demokrat ini di akun Twitter, Selasa (17/3/2020).

Menurut Hinca, dalam situasi seperti saat ini, di tengah merebaknya penyebaran virus corona (Cavid-19), masyarakat wajib mendapatkan informasi yang benar. (Aan/Ip)

Advertisements
‘PostBanner’

Comment