by

(Opini) Terobosan Wapres KH Ma’ruf Amin dalam Mengakselerasi Investasi di Indonesia

Wapres KH Ma’ruf Amin (ist)

Oleh: Makmur Gazali*

MEMILIKI jasa besar dalam pengembangan ekonomi syariah, Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin menerima penghargaan Parasamya Anugrah Dharma Krida Upa Baksana dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo pada Rabu, (11/3/2020) lalu.

‘FooterBanner’


Penghargaan ini membuktikan kiprah Wapres KH. Ma’ruf Amin dalam kepeloporan dan kemanusiaan dalam pengembangan ekonomi, khususnya ekonomi syariah tidak lagi diragukan.

Dengan pengembangan ekonomi syariah, KH. Ma’ruf Amin yakin dapat memberikan maslahat yang besar bagi seluruh masyarakat. Apalagi mengingat Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar yang bisa dijadikan landasan untuk memimpin dunia dalam ekonomi dan keuangan syariah.

Sebagaimana diketahui, pembangunan kesejahteraan rakyat Indonesia ke depan semakin berat. Persaingan global, melemahnya laju pertumbuhan ekonomi internasional dengan berbagai varian penyebabnya, seperti perang dagang serta munculnya kepanikan internasonal akibat wabah virus corona yang dampaknya semakin memurukkan perekonomian global.

Gambaran ini menyadarkan kita bahwa perekonomian dunia memang sangat rentan dan gampang mengalami goncangan yang tentunya juga berimbas pada laju perekonomian nasional.

Dalam paparan Kementerian Keuangan telah dikemukakan bahwa tantangan Indonesia ke depan adalah berbagai masalah sehingga sebuah negara terperangkap dalam situasi pendapatan menengah (middle income trap) namun sangat sulit keluar dari sana untuk memcapai level negara maju. Salah satu penyebabnya adalah karena demografi yang tidak suportif, pasar tenaga kerja yang tidak efisien dan rendahnya inovasi.

Dengan demikian pembangunan sumberdaya manusia (SDM) menjadi bagian yang sangat strategis dalam upaya keluar dari perangkap tersebut.

Diketahui bahwa salah satu masalah fundamental Indonesia adalah produktivitas rendah, daya saing rendah dan kualitas SDM-tenaga kerja yang lemah.

Hal ini menjadi perhatian penuh Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin dengan meminta pelaku pasar modal agar berkontribusi dalam dunia pendidikan, khususnya pada pendidikan terkait investasi di pasar modal.

Permintaan KH Ma’ruf Amin ini merupakan terobosan baru dalam mengintegrasikan seluruh potensi sumberdaya nasional dalam upaya memacu peningkatan SDM dalam bidang investasi.

Terobosan lain yang dilakukan KH Ma’ruf Amin dalam bidang investasi adalah usaha memperkuat modal dalam negeri terutama dengan meningkatkan investasi masyarakat pedesaan dalam memperkokoh stabilitas perekonomian nasional.

Sangat disadari bahwa modal investasi dalam negeri sangat strategis dalam membangun fundamental perekonomian nasional. Ini terbukti ketika Indonesia mengalami krisis ekonomi di tahun 1997-1998 di mana perekonomian Indonesia ditopang oleh modal investasi dalam negeri.

Dengan meminta lembaga-lembaga penghimpun dana seperti Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) untuk lebih progresif dalam menginvestasikan dana haji agar lebih aman dan menguntungkan merupakan bagian dari terobosan KH Ma’ruf Amin karena ini merupakan modal besar dalam negeri yang bisa membantu meningkatkan perputaran ekonomi nasional.

Yang juga sangat memiliki potensi demikian untuk investasi adalah semakin besarnya dana umat baik itu Sukuk maupun Wakaf. Diketahui total emisi obligasi dan sukuk yang sudah tercatat di Bursa Efek Indonesia sepanjang tahun 2019 mencapai 29 emisi. Jumlah itu berasal dari 20 emiten dengan nilai Rp29,84 triliun dan ini terus semakin membesar. Sedangkan laporan dari Badan Wakaf Indonesia (BWI) menyebut bahwa potensi wakaf tunai di Tanah Air mencapai Rp 180 triliun di tahun 2018 dan terus berkembang.

BACA JUGA:  (Video) Hasil Pemeriksaan Terakhir, Kadinkes Sulsel Dinyatakan Sembuh

Semua potensi ini menjadi dasar besarnya potensi investasi umat yang bila dikelola dan diperuntukkan untuk pengembagan kesejahteraan, khususnya di pedesaan maka akan dengan cepat menggerakkan roda perekonomian desa yang dengan sendirinya akan mengangkat kesejahteraan rakyat di desa.

Dengan demikian lembaga-lembaga pembiayaan dan permodalan di pedesaan juga sangat perlu dipacu untuk bisa bergerak. KH Ma’ruf Amin mengharap adanya investasi dalam negeri masuk ke pedesaan. Ini sangat penting mengingat gap pendapatan antara wilayah serta antara kota dan pedesaan di Indonesia masih sangat besar.

Sebagaimana diketahui tingkat kemiskinan Indonesia untuk pertama kalinya memang tembus single digit. Namun, menurut Bank Dunia (The World Bank/ WB) kemiskinan di desa-desa di Indonesia masih menjadi fenomena.

Menurut Bank Dunia pada Laporan Indonesia Economic Quarterly Bank Dunia September 2018, kemiskinan masih cukup besar dan fenomenal baik dalam nilai absolut maupun tingkat (rasio) kemiskinan.

Pada Maret 2018, 61,9% penduduk miskin tinggal di daerah pedesaan dan tingkat kemiskinan di pedesaan telah mencapai 13,2%.

Bank Dunia menjelaskan kemiskinan cukup dominan di desar karena keterbatasan akses pekerjaan layak, pasar, kesehatan, dan pendidikan jika dibandingkan dengan perkotaan.

Bank Dunia memaparkan, meskipun kemiskinan didominasi oleh desa. Namun, secara perlahan kemiskinan di daerah perkotaan juga meningkat. Dari 34,7% di Maret 2002 ke 38,1% di Maret 2018. Terutama karena urbanisasi.

Dengan mengalirnya investasi ke pedesaan, khususnya untuk wilayah terluar Indonesia, maka dengan sendirinya akan memacu bergeraknya perekonomian pedesaan dan mengangkat martabat kesejahteraan masyarakat desa. Ini juga menjadi perekat sangat kuat bagi rasa nasionalisme dan keutuhan NKRI di mana masyarakat terluar merasa memiliki dan menjadi bagian dari negara bangsa Indonesia.

Terobosan ini bisa semakin memacu program-program unggulan dari Kementerian Pedesaan terutama terkait dengan program investasi padat karya di pedesaan serta pembangunan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Dengan merujuk hal tersebut, kiprah terobosan dan kinerja Wakil Presiden KH. Maruf dalam meletakkan investasi bukan hanya sebagai pemicu pembangunan semata tetapi menjadikan investasi sebagai pendorong kemaslahatan dan kesejahteraan umat (rakyat) Indonesia, khususnya masyarakat pedesaan, termasuk pesantren, yang belum banyak tersentuh kesejahteraan.

Keberpihakan KH Ma’ruf Amin dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat desa dan masyarakat kurang mampu untuk mampu menikmati hasil pembangunan dengan mengalirnya investasi di pedesaan menjadi sebuah tonggak baru dalam pengelolaan investasi nasional. (*)

*Penulis adalah pemerhati politik kebijakan dan jurnalis

Advertisements
‘PostBanner’

Comment