by

Coretan Redaksi: Pilwali Makassar 2020, Ajang Kedaulatan Warga

Ilustrasi pilkada makassar 2020

Smartcitymakassar.com – JELANG Pemilihan Walikota (Pilwali) Kota Makassar 2020, dinamika politik semakin terlihat dinamis. Suhu politik pun mulai terasa hangat. Berbagai manuver, baik dari bakal calon maupun partai peserta pemilu membikin peta kekuatan politik semakin cair dan tak gampang tertebak bakal ke mana muaranya.

Namun apa pun yang terjadi dalam dinamika politik jelang Pilwali Makassar, satu hal yang penting dan menjadi substansi dari semua perhelatan ini adalah kembalinya kedaulatan warga (rakyat) dalam memilih calon pemimpin atau lebih tepat disebut calon ‘pelayan’ yang mampu menjadi ‘arranger’ dalam mengharmonikan seluruh potensi sumberdaya yang ada di kota berjuluk kota Daeng ini.

‘FooterBanner’


Persoalan kedaulatan rakyat ini memang kerap terlupakan karena banyak ditutupi oleh berbagai aktivitas gerak balon kandidat dalam upayanya meraih simpatik warga. Padahal esensi demokrasi pilkada adalah ajang di mana kedaulatan warga merupakan bagian yang paling penting.

Di sinilah pendidikan, kecerdasan dan literasi politik warga menjadi pertaruhannya. Karena memilih pemimpin yang melayani warga selama 5 tahun ke depan sangatlah penting bagi penghidupan dan kesejahteraan warga.

BACA JUGA:  Rumor Reshuffle, Jubir Persaudaraan Alumni 212 Usulkan Nama Luhut Binsar

Kesalahan memilih pemimpin menjadi ‘penyesalan’ yang harus ditanggung seluruh warga yang kebanyakan dari mereka tak mempunyai akses politik untuk mampu mengontrol jalannya roda pemerintahan.

Pembelajaran paling awal dari bagaimana membuka wawasan pemahaman politik warga adalah dengan meletakkan sikap rasional dalam menilai, memilah dan memilih calon pemimpinnya. Mari belajar untuk tidak instan dalam memilih calon pemimpin berdasarkan ‘kulit permukaan’ politik semata, namum belajar ‘menyelam’ dalam ke lubuk itikad serta niat tulus dari para calon untuk bekerja melayani warga 24 jam.

Bukan pemimpin yang bila kelak terpilih menjadi ‘raja’ kecil yang dilayani dan hanya memperbesar kroni serta membangun politik bergaya feodal. Mari selamatkan kedaulatan warga dengan memilih calon pemimpin yang telah selesai dengan dirinya sendiri dan mau bekerja keras melayani warganya. (MG)

‘PostBanner’

Comment