by

Afghanistan Didesak Adili Tokoh-tokoh Berpengaruh Pelaku Serangan Seksual

Human Rights Watch (HRW) mendesak pemerintah Afghanistan mengambil langkah-langkah segera untuk menegakkan keadilan, mendukung korban, dan melindungi saksi dalam kasus-kasus serangan seksual (Foto: ilustrasi).

Smartcitymakassar.com – New York. Human Rights Watch (HRW) mendesak pemerintah Afghanistan untuk mengambil langkah-langkah segera untuk menegakkan keadilan, mendukung korban, dan melindungi saksi dalam kasus-kasus serangan seksual yang melibatkan orang-orang berpengaruh.

Dalam pernyataan tanggal 12 Februari, organisasi HAM berbasis di New York ini mengatakan, dua kasus yang terjadi baru-baru ini menegaskan kegagalan pihak berwenang Afghanistan untuk memperkarakan kasus seperti itu di pengadilan.

‘FooterBanner’


HRW mengatakan sejumlah pejabat tinggi Federasi Sepakbola Afghanistan yang dituduh melakukan serangan seksual terhadap sejumlah pemain putri dan terlibat dalam usaha menutup-nutupi pelanggaran itu hingga saat ini belum ditangkap. Sementara itu, masih menurut organisasi tersebut, sejumlah pejabat di provinsi Logar berusaha menghalang-halangi penyelidikan terhadap jaringan pelaku pedofilia yang beroperasi di sekolah-sekolah negeri.

BACA JUGA:  Dewan Dinilai Seperti "Kacang Lupa Kulitnya" di Tengah Pandemi Corona, Wahab Tahir: Tidak Mungkinlah

Patricia Gossman, Direktur HRW Divisi Asia mengatakan, “Memperkarakan kekerasan seksual sudah lama sulit dilakukan di Afghanistan. Masalah ini semakin parah bila yang terlibat adalah orang-orang berpengaruh”, seperti dikutip dari VOA.

Gossman menyerukan agar negara-negara donor bagi Afghanistan mendesak pemerintahnya untuk mengadili mereka yang bertanggung jawab atas berbagai kasus pelanggaran seksual terhadap ratusan anak sekolah di Logar.

Dua aktivis yang melaporkan kasus-kasus serangan seksual tahun lalu, menerima sejumlah ancaman di media sosial, beberapa dari pejabat pemerintah setempat, dan ditahan Dinas Intelijen Afghanistan (NDS). Para aktivis itu kemudian dilepas namun pada akhirnya mereka pergi meninggalkan Afghanistan. (Aan/VOA)

Advertisements
‘PostBanner’

Comment