by

Kedua Terbanyak dalam Pelanggaran, KASN RI Ingatkan Pemkot Makassar dan Pemprov Sulsel Soal Politik Praktis

Foto Bersama Jajaran KASN RI.(ist)

Smartcitymakassar.com – Makassar. Selain Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan (Sulsel) merupakan provinsi pelanggar Aparatur Sipil Negara (ASN) ke-2 terbanyak dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Komisioner Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) Republik Indonesia, Tasdik Kinanto, dirinya mengatakan jika pelanggaran terbesar di Sulsel itu terjadi di Kota Makassar.

‘FooterBanner’


“Itu jelas, Sulsel termasuk juga, jadi waktu ada Pilkada 2018 itu ada 2.300 (ASN), terutama yang di Kota Makasaar sekitar 2.300 (ASN) dilakukan penggantian dan rotasi, kita batalkan semua keputusannya, kembalikan ke jabatan-jabatannya semula,” jelas Tasdik Kinanto di Hotel Four Points, Selasa (4/2/2020).

“Ini termasuk tinggilah, Sulawesi Tenggara baru Sulawesi Selatan, itu dua tempat, Saya lupa soal angka, nanti saya salah-salah sebut, tapi pokoknya tertinggi lah,” tegasnya

BACA JUGA:  Gubernur Harapkan Kebijakan Khusus dari OJK Bagi UMKM Terdampak Bencana di Masamba

Menghadapi Pilwali Kota Makassar 2020, Tasdik Kinanto mengakuh telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) setempat, termasuk ke Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah.

“Tahun 2020 tidak lah, Gubernurnya juga udah berkomitemen, apalagi kemarin waktu mengambil keputusan kita sama – sama bahas apa menjadi sarannya,” terangnya

Lebih lanjut, Tasdik menegaskan kembali, apabila ada ASN yang terlibat dalam politik praktis akan ditindak tegas, apalagi jika laporan itu disertai degan bukti yang kuat.

“Initinya aturan sudah ada, tinggal sekarang kita konsisten untuk terapkan itu, ini bisa terjadi (pencocpotan) jika pelanggaran berat, misalnya menggunakan fasilitas untuk menghubungi sana-sini, apalagi kalau sudah masuk partai politik,” pungkasnya.(As)

‘PostBanner’

Comment