by

Warga Natuna Tolak WNI dari Wuhan, Personel Brimob Dikerahkan di Lokasi Karantina

Ratusan personel dari Satuan Brimob Polda Kepulauan Riau dikerahkan untuk berjaga di sekitar lokasi karantina ratusan WNI di Natuna. Minggu 2 Februari 2020. (Courtesy: Polda Kepulauan Riau)

Smartcitymakassar.com – Natuna. Gelombang penolakan dilakukan warga di Natuna setelah 238 WNI yang dipulangkan dari pusat wabah virus corona, Wuhan, China, tiba di lokasi karantina, Minggu (2/2). Demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Polda Kepri mengerahkan ratusan personel tambahan untuk berjaga di lokasi karantina.

Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) mengerahkan ratusan personel tambahan dari Satuan Brimob usai adanya demonstrasi penolakan yang dilakukan warga Natuna yang tak terima atas kedatangan ratusan Warga Negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, China, yang akan menjalani masa observasi virus corona di Lanud Raden Sadjad.

‘FooterBanner’


Juru bicara Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt mengatakan sebanyak 117 personel Brimob diberangkatkan ke Natuna dan akan berjaga di sekitar lokasi karantina 238 WNI yang dipulangkan dari Wuhan tersebut.

“Selain melakukan penebalan dan back up. Mereka juga akan melakukan kegiatan kepolisian seperti patroli bersama unsur TNI di lokasi yang dijadikan tempat observasi,” kata Harry kepada VOA, Minggu (2/2).

Lanjut Harry, ratusan personel Brimob tersebut juga sudah dibekali pengetahuan tentang virus corona. Polda Kepri juga turut menurunkan sedikitnya lima tim medis dua di antaranya merupakan dokter.

“Pagi tadi Kapolda Kepri Irjen Pol, Andap Budhi Revianto mengambil apel siaga dan memberikan arahan terhadap 117 personel Brimob Polda Kepri yang diberangkatkan ke wilayah Natuna. Mereka tadi malam diberitahukan pengetahuan dasar apa itu virus corona, mengenali gejala klinisnya, dan bagaimana langkah apabila berinteraksi dengan suspek yang diindikasikan virus corona,” jelasnya.

BACA JUGA:  Ini Resep Anti Stres Orang Tua-Anak Selama 'Social Distancing'

Sementara itu Harry menyebut suasana demonstrasi di sekitar Lanud Raden Sadjad berlangsung kondusif hingga Minggu siang (2/2).

Diketahui 238 WNI tiba di Bandara Hang Nadim, Batam, Minggu pagi (2/2) sekira pukul 08.30 WIB, setelah menempuh perjalanan dari Bandara Tianhe, di Wuhan, sebuah kota di bagian tengah China yang menjadi pusat wabah virus corona.

Awalnya direncanakan ada 245 WNI yang akan dievakuasi, tetapi tujuh lainnya tetap berada di Wuhan karena berbagai alasan. Setiba di Batam dan menjalani sterilisasi, lalu 238 WNI itu diberangkatkan ke Natuna menggunakan pesawat milik TNI Angkatan Udara untuk menjalani observasi dan karantina selama dua pekan di hanggar yang telah disiapkan di Lanud Raden Sadjad.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kepri, Tjetjep Yudayana mengatakan pihaknya telah menyiapkan mekanisme cegah tangkal di Bandara Hang Nadim, Batam, terhadap ratusan WNI yang dipulangkan dari Wuhan. Saat tiba di Natuna, ratusan WNI itu akan menjalani observasi selama masa karantina. Masyarakat di Natuna juga diminta tak perlu cemas terkait dengan dikarantinanya ratusan WNI di wilayah itu.

“Terpenting adalah hak warga negara untuk mendapatkan perlindungan. Ini yang terjadi ketika pemerintah menetapkan suatu wilayah tentu sudah dipertimbangkan berbagai upaya, bukan berarti yang datang ini orang sakit tapi sehat semua. Tapi berasal dari negara terjangkit, pemerintah menjamin tidak akan terjadi mekanisme rantai penularan di sana,” ujarnya. (Aan/Voa)

Advertisements
‘PostBanner’

Comment