by

Bersama BNN Sulsel, Iqbal Hadiri Rakor Tim Terpadu P4GN

PHOTO-2020-01-21-17-44-33
Keterangan: Penjabat Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb, menghadiri rapat kordinasi optimalisasi tim terpadu Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) bersama BNN Sulsel, Selasa (21/1/2020) / foto: Ist.

Smartcitymakassar.com, Makassar. Penjabat Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb, menghadiri rapat kordinasi optimalisasi tim terpadu Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) bersama BNN Sulsel, di Ruang Sipakatau, Selasa (21/1/2020).

Rapat kordinasi ini bertujuan meningkatkan peran Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menjalankan komitmen melakukan pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran narkoba (P4GN) bersama BNN.

‘FooterBanner’


Iqbal mengatakan, peran ASN sangat sentral untuk mencegah peredaran narkoba. Khusunya di setiap kecamatan, kelurahan hingga para petugas puskesmas yang menangani tahap rehabilitasi.

“Kita ini sebagai agen untuk memberantas narkoba. Bersinergi bersama BNN, kita harus lakukan itu demi masa depan anak cucu penerus bangsa kita,” ucapnya.

Selain itu, Iqbal menyebutkan ke depannya ASN diharapkan menjadi agen pemulihan. “Jadi nanti kita akan pilih kelurahan untuk dijadikan kelurahan bebas narkoba dan beberapa puskesmas,” jelasnya.

BACA JUGA:  Kepala LLDIKTI Wilayah IX: Revolusi Industri 4.0 Lahirkan 4 Buta Huruf

Iqbal menambahkan, agen pemulihan ini merupakan perpanjangan tangan dari petugas pasca rehabilitasi untuk melaksanakan pasca rehabilitasi. Agen pemulihan langsung dekat dengan masyarakat dan disupervisi oleh petugas pasca rehabilitasi. Adapun tugas yang dilakukan para agen ini yaitu melakukan pendampingan dan pemantauan.

Sementara, Kepala BNN Brigjen Pol. Idris Kadir menambahkan, ada tiga poin yang merusak masa depan negara yaitu paham radikalisme, masifnya korupsi dan masifnya narkoba.

“Jadi kita memang mau membentuk agen pemulihan di Kota Makassar. Berharap bisa berjalan lancar khususnya pada tahap penyembuhan kepada korban narkotika,” pungkasnya.

Ia menambahkan sebagai agen pemulihan mereka wajib  memantau langsung baik ke keluarga maupun lingkungan pergaulannya sehingga bagi pecandu yang telah selesai menjalani program rehabilitasi terawasi secara intensif.** (Ib)

‘PostBanner’

Comment