by

Chief Accountant Harper Perintis Punya Cita-Cita Berkiprah di Dunia Pendidikan

Keterangan Foto: Chief Accountant Harper Perintis Makassar, Ardiansyah Goeliling

Smartcitymakassar.com – Makassar. Ardiansyah Goeliling Chief Accountant Harper Perintis Makassar sadar dirinya tidak akan selamanya bisa bekerja.
Maka dari itu di sela kesibukannya, Ardi sapaan akrabnya memilih melanjutkan pendidikan S2 di Universitas Bosowa (Unibos) Makassar jurusan Manajemen.

Bahkan setelah menyelesaikan pendidikannya ini, Ardi mengaku akan melanjutkan ke jenjang S3.

‘FooterBanner’


“Mungkin saya akan jeda dulu beberapa bulan sebelum lanjut lagi. Ini menjadi modal saya bila sudah berhenti bekerja. Bisa saja saya menjadi dosen atau menjadi trainner dan membuat seminar motivasi,” cerita Ardi.

Ardi menjelaskan alangkah baiknya bila latar belakang pendidikan dikombinasikan dengan pengalaman.

“Terkadang ada orang yang punya latar belakang pendidikan tinggi tapi tidak punya pengalaman apapun jadi sering sulit mendapat pekerjaan, ada juga yang kenyang pengalaman tapi tidak punya latar pendidikan tinggi jadi sulit naik jabatan. Sangat sempurna bila keduanya bisa dikombinasikan,” tutur Ardi.

Ternyata I Gede Arya Pering (General Manager Harper Perintis Makassar) adalah sosok paling berpengaruh yang membuat Ardi melanjutkan pendidikannya.

BACA JUGA:  Sales Marketing Hotel Singgasana Lewatkan Bekerja di Kapal Pesiar

“Waktu itu saya diajak bicara oleh beliau tentang pentingnya pendidikan. Saya berpikir apa yang di sampaikannya benar semua, sampai suatu saat saya di telpon untuk datang ke Unibos dan akhirnya saya mengikuti pesan beliau,” ungkap Ardi.

Ardi juga mengomentari tentang Sumber Daya Manusia (SDM) yang bekerja di dunia perhotelan saat ini rata – rata belum mumpuni.

“Saya berharap kedepannya sekolah jurusan perhotelan diisi tenaga pengajar yang punya pengalaman bekerja di dunia perhotelan. Atau bekerja sama langsung dengan banyak hotel,” ucap Ardi.

Sudah bekerja 12 tahun di dunia perhotelan tidak membuat Ardi besar kepala, Ardi menceritakan selalu memulai hari dengan berpikir kalau dirinya bukan siapa-siapa.

“Saya masih banyak belajar, saya selalu merasa diri saya nol. Saya punya masa lalu yang kelam, dulu saya adalah pribadi yang cenderung negatif tapi saya bisa berubah. Jangan mudah menilai orang, setiap orang pasti punya kekurangan dan kelebihan,” pungkasnya**(Jen)

‘PostBanner’