by

Pilkada Lutra 2020: Indah Masih Berat Jadi Mantan

Indra Putri Indriani (ist)

Smartcitymakassar.com – Masamba. Memasuki tahun 2020 merupakan tahun politik bagi sejumlah daerah di Indonesia. Pilkada serentak akan berlangsung September 2020 nanti.

Salah satu daerah yang bertahun politik adalah Luwu Utara (Lutra), sebuah kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan.

‘FooterBanner’


Peluang Paslon untuk Maju

Adapun Paslon yang ingin mengendarai partai, syarat wajib minimal 7 kursi. Berikut hasil pileg 2019 lalu di Lutra: Golkar 8 kursi, Nasdem 4 kursi, Gerindra 4 kursi

PAN 4 kursi, Hanura 3 kursi, Demokrat 3 kursi, PKB 2 kursi, PKS 2 kursi, PDIP 2 kursi, Perindo 2 kursi, dan PPP 1 kursi.

Diketahui, KPU Lutra telah melaunching tahapan Pilkada Lutra 2020 di halaman gedung teras Adira Masamba, Jumat (13/12/2019) lalu. Ketua KPU Lutra, Syamsul Bahri mengatakan, daftar pemilih tetap (DPT) Pilkada di Luwu Utara berjumlah 217.040 jiwa.

Menurutnya, jumlah ini memungkinkan untuk empat pasangan calon dari jalur partai politik (parpol). Sementara pasangan calon jalur perseorangan memungkinkan sembilan pasangan calon.

“Jalur partai politik ini bisa merekrut tujuh kursi di DPRD luwu Utara atau 20 persen,. Sementara jalur perseorangan harus mengumpulkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebanyak 21.619 lembar dengan pesebaran delapan kecamatan,” kata Syamsul, usai kegiatan tersebut.

Peta Kekuatan Pilkada Lutra 2020

Saat ini, ada 2 partai diketahui memberikan sinyal untuk mendukung balon Bupati, yakni Golkar dan Nasdem. Adapun Golkar hampir dipastikan mengusung petahana Indah Putri Indriani pada Pilkada Lutra tahun 2020. Demikian dikatakan Ketua DPD I Golkar Sulsel M Nurdin Halid di Kantor DPD II Golkar Luwu Utara, Jl Simpurusiang, Kelurahan Kappuna, Kecamatan Masamba, Jumat (22/11/2019). Olehnya jika diusung Golkar dengan perolehan 8 kursi di Lutra maka dipastikan Indah sudah bisa lolos sebagai calon.

Sedangkan Nasdem, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) NasDem Lutra akan mengusung kadernya pada Pilkada 2020 Lutra.

“Di Pilkada Lutra, NasDem bersikap realistis, dalam Internal partai ada tokoh dan kader terbaik partai, yakni Wabup, Muhammad Thahar Rum (Ketua DPD II Partai NasDem Lutra). Kenapa tidak, kita solidkan kekuatan  mendorong Thahar Rum jadi Bupati,” ucap Wakil Ketua DPRD Lutra, Awaluddin pada media ini, Sabtu (23/11/2019).

Diketahui saat ini memang ada dua yang kuat sebagai balon Bupati di Lutra, yaitu Indah Putri Indriani (Bupati saat ini) dan Thahar Rum (wakil Bupati saat ini). Namun ini belum menutup kemungkinan adanya balon balon lain yang akan maju nantinya.

Selanjutnya mengenai survei para balon, pengamat politik Unhas, Dr Aswar Hasan pada bulan Juni tahun lalu (2019) pernah membocorkan sebuah hasil survei untuk Pilkada Lutra 2020. Hasilnya, tingkat elektabilitas incumbent Indah Putri Indriani mencapai 60 persen. Sementara Thahar Rum 30 persen. Selanjutnya mantan Bupati Lutra, Arifin Djunaidi (Arjuna) 10 persen. Sedang figur lainnya seperti Arsyad Kasmar, Karemuddin, dan lainnya di bawah angka 10 persen.

BACA JUGA:  Pengamat: IDP Bisa 'Oppo' di Lutra Jika Begini

Sementara itu berdasarkan hasil survei Golkar, Ketua Tim 9 Penjaringan Calon Kepala Daerah Partai Golkar Sulsel, Kadir Halid, mengakui, jika melihat kondisi ril politik di Lutra, sangat memungkinkan terjadi skema head to head antara usungan Partai Golkar, Indah Putri Indriyani, dengan Ketua Nasdem Lutra, Thahar Rum.

“Kalau head to head, saya kira peluang besarnya ada sama ibu Indah,” ujar Kadir Halid, di Makassar.

Merujuk hasil survei terbaru Partai Golkar per tanggal 9 September 2019 lalu, kata Kadir Halid, elektabilitas Indah Putri sangat baik. Bahkan, pesaing terdekatnya adalah Thahar Rum katanya, masih berada di angka yang lumayan jauh.

Kadir Halid juga sempat menyinggung adanya wacana skema kotak kosong di Pilkada Lutra 2020. Bagi Golkar, sangat berharap skema kotak kosong tidak terjadi.

“Itu harapan saya. Tetap ada calon lawan untuk menantang petahana,” kata Kadir Halid.

Olehnya, berdasarkan keterangan diatas, maka: pertama di Lutra bisa terjadi hingga empat Paslon, kedua head to head antara Indah dan Thahar sangat bisa terjadi berdasarkan partai yang akan mengusung, ketiga jika Indah dan Thahar head to head maka tugas berat ada pada Thahar disisa waktu 8 bulan ini, dimana berdasarkan survei Thahar masih jauh tertinggal, keempat jika kotak kosong terjadi kerugian ada pada pihak Indah.

Peran Wakil Bupati Jika Indah dan Thahar Head to head

Dengan modal elektabilitas yang tinggi, adapun peran wakil dari Indah bukan merupakan masalah yang berarti. Sedangkan bagi Thahar salah satu cara untuk mengejar elektabilitasnya yang masih jauh tertinggal dari Indah, tentunya dengan memilih figur wakil yang juga memiliki elektabilitas. Disinilah letak kesulitannya, karena bisa jadi sosok figur yang memiliki elektabilitas tinggi tersebut juga ingin maju sebagai Bupati.

Olehnya, dari delapan bulan yang tersisa ini, kerja keras mulai dari sekarang memang harus dilakukan oleh pihak Thahar Rum dan calon partai pengusungnya, jika ingin benar benar maju dan memenangkan pilkada Lutra 2020. (Ar/Ip)

‘PostBanner’

Comment