by

Hibah 7,2 Hektar Lahan Masjid Al Markas Dinilai Sulit, Ini Tanggapan Pihak Yayasan

Masjid Al Markaz (ist)

Smartcitymakassar.com – Makassar. Panitia Khusus (Pansus) hibah lahan Al Markaz DPRD Sulsel kembali menggelar rapat dengan agenda ekspose oleh pihak Yayasan Islamic Center Al Markaz Al Islami di ruang rapat pimpinan DPRD Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Jumat (10/1/2020) lalu.

Pada kesempatan itu, Anggota Pansus Ranperda Hibah Lahan Al Markaz Al Islami, Wahyudin menyebut, lahan kosong seluas 7,2 hektare di samping Masjid Al Markaz Al Islami yang akan diserahkan kepada pihak YIC untuk dijadikan Sekolah Islam Terpadu akan berbau komersial.

‘FooterBanner’


“Setahu kami hibah itu tidak bisa dikomersialkan. Apakah sekolah itu nantinya tidak melakukan pungutan atas santri atau siswanya. Hasil kajian Biro Aset apabila ada hal yang menyalahi proses hibah, Pemprov Sulsel akan meninjau ulang prosesnya,” tegas Wahyudin.

Sementara itu pada kesempatan yang sama, Ketua Yayasan YIC Al-Markaz Prof. Basri Hasanuddin mengatakan bahwa DPRD maupun Pemprov sulit memberikan hibah maka pihak yayasan meminta lahan kosong seluas 7.200 meter persegi itu dimanfaatkan saja.

“Kalau memang susah untuk diberikan hibah, kami minta pemanfaatan lahan saja di sana,” kata Basri Hasanuddin.

Bahkan, pihak Yayasan menunjukkan rancangan pembangunan di atas lahan. Adapun harga dari hasil rancangan gambar tersebut senilai Rp1,5 miliar. Untuk itu, pihak Yayasan meminta Pemprov melalui DPRD Provinsi Sulsel segera melepaskan lahan untuk pembangunan sarana pendidikan Sekolah Islam Terpadu.

“Rencangan bangunan gambar sudah selesai, dana juga sudah ada. Kendalanya IMB (izin mendirikan bangunan) belum bisa dikeluarkan. Bisa dikeluarkan asal ada statusnya,” jelas Basri Hasanuddin.

BACA JUGA:  GMTD Serahkan 11 Sertifikat Fasum Fasos ke Pemkot Makassar

Menurut Basri, ada amanah dari pendiri yayasan terdahulu, yakni almarhum Jenderal Yusuf untuk menjadikan Al Markaz sebagai pusat pendidikan Islam terpadu di Kawasan Timur Indonesia sesuai dengan cita-citanya

Menanggapi soal lahan Masjid kebanggaan masyarakat Sulsel ini, Ketua Pansus Ranperda Hibah Lahan Al Markaz Al Islami, Selle K.S. Dalle mengakui adanya beberapa opsi terkait hal ini.

“Proses hibah itu masih dalam kajian sebab ada banyak masukan dan opsi lain yang akan dibicarakan,” kata Ketua Pansus Ranperda Hibah Lahan Al Markaz Al Islami, Selle K.S. Dalle di Makassar, Sabtu (11/1/2020).

Selle menjelaskan, dari naskah akademik yang diajukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel selaku pengusul Ranperda Hibah, belum dimasukkan aturan secara detail yang mengatur soal hibah kepada pihak ketiga, termasuk aturan baru tentang kepengurusan yayasan.

Selanjutnya bicara soal opsi lain yang mengemuka saat pertemuan dengan pihak Yayasan Al Markaz, yakni pemanfaatan lahan atau kerja sama, Selle mengatakan bahwa itu pun masih dalam pengkajian mengingat yang diajukan adalah hibah lahan.

“Ada beberapa opsi. Dalam artian kajian nanti itu yang menjadi pembahasan. Kalau memang ternyata sulit untuk proses hibah, kami bisa dorong kerja sama pemanfaatan lahan itu,” jelas Selle yang juga ketua Komisi E DPRD Sulsel ini. (Ar/Ip)

‘PostBanner’

Comment