by

Sebut Banjir Jakarta Karena Curah Hujan Tinggi, Ini Solusi dari Menteri Basuki

Ket. Foto: Basuki Hadimoldjono/ist

Smartcitymakassar.com – Jakarta. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono meninjau banjir Jakarta dan sekitarnya melalui udara, Rabu (1/1/2019). Beberapa titik banjir yang dilihat Basuki di antaranya mulai dari Cawang, Grogol, Kaliangke, Kebon Jeruk, Ciliwung, Kali Pesanggrahan, sampai Manggarai. Menurut Basuki, beberapa lokasi banjir itu berdampak pada gangguan transportasi, khususnya di jalan tol. Selain itu, underpass yang terendam membuat tidak bisa dilewati masyarakat. Basuki pun memastikan pihaknya sudah berusaha mengatasi dengan mendatangkan pompa.

“Kami juga sudah datangkan pompa-pompa tapi itu hanya sekadar untuk segera menyusutkan. Setelah banjir ini pasti akan dievaluasi. Terutama yang di Cawang itu,” kata Basuki di Monas, Jakarta Pusat, Rabu (1/1/2019).

‘FooterBanner’


Basuki mengatakan banjir yang terjadi memang lebih disebabkan curah hujan yang tinggi. Berdasarkan data BMKG, curah hujan normal sebenarnya berada di kisaran 50 mm.

“50 sampai 100 mm itu hujan lebat. Nah yang sampai Kepala BNPB tadi 377 mm. Jadi bisa dibayangkan lebatnya dan itu panjang dari tadi malam sampai pagi. Bukan excuse, tapi memang karena curah hujan yang tinggi,” ujar Basuki.

BACA JUGA:  Makassar Bakal Jadi Tuan Rumah Konferensi Internasional “Smart City”

Meski begitu, Basuki menegaskan harus ada perbaikan yang dilakukan agar hujan lebat tidak sampai membuat Jakarta banjir. Dia meminta kerja sama ke Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan agar memperhatikan sodetan kali Ciliwung ke Banjir Kanal Timur.

“Beliau sudah mengambil langkah-langkah pembebasan lahannya karena 1,2 kilometer, 600 meter sudah kita kerjakan. Kami menunggu sekarang kesepakatan dengan masyarakat,” ujar Basuki.

Menurut Basuki, Anies sudah berdiskusi dengan pihak-pihak terkait, termasuk masyarakat dalam pembebasan lahan. Basuki berharap masalah lahan itu segera selesai sehingga langkah seperti normalisasi di Ciliwung dapat dilakukan.

“Kemudian bendungan ke Ciawi dan Sukamati pembebasan lahannya sudah 90 persen lebih. Hampir 95 persen. Kami targetkan tahun 2020 ini selesai. Mudah-mudahan dengan beberapa program itu akan mengurangi (banjir) atau menambah kesiapsiagaan kita menghadapi musim-musim hujan berikutnya yang mungkin akan lebih besar dari yang kita rasakan hari-hari ini,” terang Basuki. (Aan/Ip)

‘PostBanner’

Comment