by

Dukung Smelter Investor China, Gubernur Sulsel Akan Bangun Pelabuhan Ekspor di Bantaeng

Ket. Pabrik Smelter Bantaeng/ist

Smartcitymakassar.com – Bantaeng. Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah mengatakan pemerintah akan membangun pelabuhan ekspor untuk menopang industri smelter di kawasan Industri Bantaeng.

“Sebentar lagi pelabuhan besar akan ada disini (Bantaeng) karena kita sudah dengar keluhan dari pengelola industri smelter. Lebih mahal ongkos bawa nikel dari Bantaeng ke Makassar di banding ongkos dari Makassar ke China,” kata Nurdin Abdullah dalam sambutan pada perayaan HUT Bantaeng yang ke 765 tahun, di Gedung Balai Kartini Bantaeng, Sabtu (7/12/2019).

‘FooterBanner’


Olehnya, menurut Nurdin Abdullah, untuk solusi untuk menekan biaya, pemerintah akan membangun pelabuhan di Bantaeng. Nanti ekspor nikel dari Bantaeng langsung ke negara tujuan.

Nurdin Abdullah sudah melaporkan kepada Pemerintah pusat tentang kebutuhan pelabuhan ekspor untuk menopang pengembangan industri smelter di Bantaeng itu.

“Saya sudah menyampaikan hal itu ke pemerintah pusat supaya Bantaeng harus dibangun pelabuhan ekspor,” ungkapnya.

Lebih lanjut Nurdin Abdullah mengajak seluruh pemangku kepentingan agar sama-sama menjaga Bantaeng, karena menurutnya tidak mudah untuk membangun sebuah pelabuhan.

“Tidak mudah menghadirkan industri di Kabupaten Bantaeng. Coba bayangkan kita tidak punya nikel, listrik pun beban puncak kita hanya delapan mega, tapi kenapa orang mau membangun smelter di sini. Itu karena ada kepastian,” jelasnya.

Nurdin Abdullah menjelaskan, salah satu unggulan Indonesia yang menopang ekspor adalah nikel, dan kalau orang bicara nikel orang hanya bicara Vale di Luwu Timur, Morowali dan Bantaeng, itu nama Bantaeng lagi trip.

BACA JUGA:  Wagub Sulsel Dukung Langkah Pemkot Makassar Terbitkan Perwali Nomor 36/2020

Sebagai informasi, industri pemurnian mineral nikel (smelter) di Sulawesi Selatan,  akhirnya resmi beroperasi di Kawasan Industri Bantaeng (KIBa). Penandatangan prasasti pabrik Pemurnian Nikel milik PT Huadi Nickel-Alloy Indonesia (PT Huadi) oleh Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, sekitar pukul 10.00 wita, Sabtu (26/1/2019), di pelataran Bantaeng Industrail Park (BIP), Desa PapangLoe, Kecamatan Pajjukukang, Kabupaten Banteeng, sekitar 141 km sebelah selatan Makassar, ibu kota Provinsi Sulsel.

Pabrik berkapasitas terpasang 100 ribu Ferronikel per tahun dengan menggunakan pasokan tenaga listrik dari PLN sebesar 40 MW ini, saat dirintis akhir tahun 2014 oleh Investor asal China, merilis nilai investasinya 130 juta dollar AS atau setara Rp 1,7 triliun, dengan asumsi kurs Rp 13.500/dolar.

Pabrik ini berdiri di lahan konsesi warga sekitar 3000 Ha. Di lahan itu dikelola PT Perusda Bantaeng dengan merek Bantaeng Industrial Park (BIP) atau Kawasan Industri Bantaeng. Di depan kawasan ini ada pelabuhan semi permanen untuk angkutan bongkar muat barang dari kapal, jetty. Adapun bahan baku produksi pemurnian nikel didatangkan dari tambang mineral dari Sulawesi Tengah, Tenggara dan timur Indonesia.

PT Huadi Nickel-Alloy Indonesia yang merupakan anak perusahaan Huadi Group dari China, pada saat itu berencana merekrut 900 orang pekerja. (Aan/Ip)

‘PostBanner’

Comment