by

Usulan BPBD Sulsel Beli Helikopter, Ini Tanggapan Banggar DPRD Sulsel

Ket. Foto: kantor Gubernur Sulsel/ist

Smartcitymakassar.com – Makassar. Usulan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk membeli helikopter melalui dana APBD 2020 dianggap bukan keperluan mendesak untuk dianggarkan. Menurut Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sulsel, APBD diprioritaskan untuk pendidikan dan kesehatan.

Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sulsel Fachruddin Rangga, di sela jeda rapat pembahasan APBD 2020, kepada wartawan mengatakan, usulan pembelian helikopter tidak masuk dalam skala prioritas yang diamanatkan Undang-undang.

‘FooterBanner’


“Yang diatur UU belanja wajib adalah kuota belanja pendidikan kesehatan, kalau keduanya sudah terpenuhi, sah-sah saja apa pun yang direncanakan Pemprov. Kalau tidak prioritas, tidak mendesak, kenapa harus dilakukan,” ujar Rangga, Jumat (30/11/2019).

Menurut Rangga yang juga anggota Fraksi Golkar Sulsel ini, sebaiknya Pemprov Sulsel memprioritaskan sektor pendidikan dan kesehatan, ketimbang memikirkan memiliki helikopter dinas. Rangga menyebutkan, Pemprov Sulsel lebih baik menganggarkan untuk kelengkapan pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang diperkirakan membutuhkan dana sekitar Rp 200 miliar dan akan digelar pertengahan 2020 nanti.

Selain itu, lanjut Rangga, beberapa rumah sakit yang dibawahi Pemprov Sulsel hanya mendapat sedikit pagu anggaran dari APBD Sulsel.

Rangga pun menduga, selain peruntukan penanganan bencana, helikopter yang diniatkan Pemprov Sulsel juga bakal digunakan untuk perjalanan dinas gubernur di daerahnya.

Lebih lanjut, Rangga membandingkan era gubernur sebelumnya, Syahrul Yasin Limpo (SYL), yang kini menjabat Menteri Pertanian, selama dua periode lebih memilih menyewa helikopter untuk perjalanan dinas ke daerah yang sulit diakses via jalur darat ataupun untuk keperluan tertentu yang mendesak. Dana penyewaan helikopter di era SYL, diambil dari pos anggaran belanja tidak terduga.

BACA JUGA:  Bakal Ikut Beri Dukungan Pada Pilkada 2020 di Sulsel, Partai Gelora Tak Akan Koalisi dengan PKS?

“Apa pentingnya membeli heli, kan bisa lebih hemat kalau menyewa. Ini kan tidak selesai sesudah membeli heli saja, bagaimana perawatan dan gaji pilotnya, jangan sampai nasib heli akan sama dengan ambulans laut yang mandek,” pungkas Rangga.

Sebelumnya, BPBD Sulsel berencana membeli satu unit helikopter. Anggarannya sudah diajukan dalam APBD 2020. Kepala BPPB Sulsel, Syamsibar mengatakan rencana pagu anggaran BPBD Sulsel untuk tahun 2020 sebesar Rp37 miliar. Dan rencananya usulan anggaran sebesar Rp30 miliar dari dana tersebut akan digunakan untuk pengadaan helikopter.

“Untuk 2020 rancangannya, Rp37 miliar,” kata Syamsibar dalam rapat RAPBD 2020 bersama Komisi E DPRD Sulsel, Selasa (26/11/2019).

Syamsibar mengatakan helikopter akan dioperasikan pada kegiatan-kegiatan pencegahan, kesiapsiagaan hingga penanganan kedaruratan bencana alam.

Menurutnya, anggaran sebesar Rp30 miliar untuk pengadaan helikopter terbilang sedikit. Hal itu berdasarkan kajian yang dia lakukan.

“Kesimpulannya adalah dana sebesar Rp30 miliar ini tidak cukup, karena ternyata kalau membeli heli itu tidak sama dengan mobil, heli itu harus kita biayai krunya, kru itu pilot, kemudian bagian mesin, kemudian di darat juga yang selalu merawat, dan menyiapkan rumahnya, kendaraannya, kemudian biaya operasionalnya perhari berapa jam, servisnya. Itu dalam sekian bulan itu harus servis lagi,” katanya. (Aan/Ip)

‘PostBanner’

Comment