by

Wawancara Khusus bersama Balon Wali Kota Makassar, Julia Putri Noor di Hari Guru Nasional 2019

Keterangan Foto: Julia Putri Noor bersama siswa-siswa SMPN 10 Makassar

Smartcitymakassar.com – Makassar. Cikal bakal peringatan Hari Guru Nasional, dimulai saat berdirinya organisasi guru se-Indonesia pada Kongres Guru Indonesia yang diadakan di Solo pada 24-25 November 1945.

Tahun 1994, melalui Keputusan Presiden Nomor 78, dimulailah Peringatan Hari Guru Nasional berdasarkan tanggal berdirinya Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

‘FooterBanner’


Momen Hari Guru Nasional menjadi sebuah apresiasi terhadap profesi guru dan memberikan suntikan asa kepada para pahlawan tanpa tanda jasa agar semangat mulia untuk mendidik para penerus bangsa tetap bergelora.

Salah satu penggiat pendidikan dan bakal calon Wali Kota Makassar 2020, Julia Putri Noor yang juga founder sekaligus Ketum Jendela Pendidikan Nusantara (JPN) memberikan ucapan selamat Hari Guru dan apresiasi yang tinggi kepada semua pihak pengajar dan pendidik.

Keterangan Foto: Julia Putri Noor bersama siswi SMPN 49 Makassar

Julia, sapaan akrabnya, juga memberikan pemikirannya terhadap kerja seorang guru di abad teknologi informasi ini.

“Sekarang, kita hadir di abad yang begitu berkembang. Dimana anak-anak yang akan kita didik dan bina kedepan, cara berpikirnya jauh melesat di atas kita. Banyak hal yang mereka lebih maju dari kita. Namun, bedanya, kita memiliki pengalaman di atas mereka. Pengalaman dalam hal adat istiadat, budaya, sosial, spritual, dan ilmu pengetahuan,” urainya dengan mimik serius.

BACA JUGA:  Communivation ke-13 Makassar Digital Valley Bahas Tema 'Digitalisasi Tata Kelola Desa'

Julia dengan sedekah ilmu dan wakafkan waktu untuk dunia pendidikan melanjutkan, “cegah, didik, dan dampingi untuk mempersiapkan generasi estafet bangsa di masa depan mulai dari generasi milineal hingga generasi Y to Z. Lakukanlah pembenahan karakter, pendidikan moral, pembentukan jati diri mereka. Berikanlah mereka 70% pendidikan moral dan karakter di sekolah. Berikan pemahaman terhadap sukses yang sesungguhnya yakni, bukan sukses dengan harta yang sebanyak-banyaknya, melainkan sukses dengan hati. Yaitu, hati yang senantiasa: Bijaksana, memaafkan, empati, berbagi kebaikan dan kebenaran, kasih sayang, bekerja ikhlas. Hargai orang tua, guru-guru, dan para pelaku sejarah.”

Di penghujung wawancara, awak media Smartcity Online News minta harapannya kepada para pendidik.

“Mari sebagai pendidik, ajarkan mereka dengan benar tentang sukses yang sesungguhnya yaitu sukses melalui hati, bukan sukses dengan harta yang sebanyak-banyaknya atau jabatan yang setinggi-tingginya. Jadilah pendidik yang berkarakter, pendidik yang bermoral, pendidik yang senantiasa mencintai, pendidik yang punya tanggung jawab. Dengan demikian, nantinya kita akan menuai hasil anak-anak yang bermoral, beretika, berkaraktek yang akan ingat jasa guru-gurunya,” pungkas Julia akhiri wawancara**(Rafa)

‘PostBanner’