by

Buat Tamu Negara Khususnya Presiden, Pemprov Sulsel Bakal Beli 2 Mobil Senilai 4,2 Milliar

Ket. Foto: Kantor Gubernur Sulsel/ist

Smartcitymakassar.com – Makassar. Pemprov Sulsel bakal mengadakan dua unit mobil senilai Rp 4,2 milliar untuk memfasilitasi kunjungan kerja tamu negara yang datang ke Sulsel, khususnya saat agenda kunker Presiden maupun Wakil Presiden.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Biro Umum dan Perlengkapan Setda Sulsel, Idham Kadir mengatakan, pengadaan unit kendaraan tersebut sudah melalui proses lelang. Anggarannya sekitar Rp4,2 miliar yang dialokasikan di APBD perubahan 2019.

‘FooterBanner’


“Spesifikasi mobilnya, Land Cruiser. Ini untuk memfasilitasi kunjungan tamu-tamu negara, seperti Presiden atau Wapres. Anggarannya itu Rp2,1 miliar satu unit,” tutur Idham yang ditemui wartawan di kantor Gubernur Sulsel.

Menurut Idham, pengadaan kendaraan bagi para petinggi negara ini menjadi penting. Pasalnya selama ini setiap kunjungan kerja para petinggi negara, hanya memakai kendaraan dinas dari kepala OPD lingkup Pemprov Sulsel.

“Jadi untuk tamu-tamu negara, petinggi-penting negara. Kayak kemarin Pas Kapolri datang, Pak Panglima, Mendagri, mobil semua (mobil dari Pemprov) dipakai,” jelas Idham.

BACA JUGA:  Inilah Plt Dirut Garuda Indonesia yang Baru

Selain pengadaan dua mobil untuk tamu negara, Biro Umum dan Perlengkapan Setda Sulsel juga mengalokasikan anggaran pengadaan kendaraan bermotor station wagon/mini bus. Untuk satu unit mini bus tersebut dianggarkan senilai Rp900 juta. Bus tersebut dialokasikan untuk para pegawai lingkup Pemprov Sulsel. Selain untuk agenda kunjungan dalam kota, juga sekaligus digunakan untuk mengantar pegawai saat pulang kerja ke rumah dinas pemprov.

Pasalnya, kata Idham, bus yang ada saat ini kondisinya sudah tua. Dia mengatakan, pengadaan bus ini secara bertahap. Rencananya tahun depan akan kembali dianggarkan pada APBD Pokok tahun 2020 depan.

“Saat ini ada sekitar 4 atau 5 bus pegawai. Tapi tua-tua mi. Terus ada satu yang rusak. Ini akan kita adakan secara bertahap. Nanti akan ada lagi untuk tahun depan untuk tahun 2020, karena bus yang sekarang sebenarnya tidak layak,” pungkas Idham. (Ar/Ip)

‘PostBanner’

Comment