by

Gelar Rapat Koordinasi PP Gerakan Pemuda Ansor se Indonesia Keluarkan Pernyataan Sikap, Ini Bunyinya

Ket. Foto: rapat koordinasi PP Ansor/ist

Smartcitymakassar.com – Jakarta. Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor gelar rapat kordinasi se-Indonesia pada tanggal 7 november 2010 di Jakarta mengeluarkan penyataan pada pemerintah untuk serius tetap menjaga menjaga NKRI dan memberantas radikalisme yang ada di Indonesia.

Gerakan Pemuda (GP) Ansor adalah organisasi masyarakat (ormas) didasarkan pada komitmen kerakyatan dan kebangsaan. Selama pemerintah memberikan keberpihakannya kepada komitmen tersebut, GP Ansor akan tetap menjadi mitra strategis.

‘FooterBanner’


Adapun 5 Pernyataan Sikap Rapat Koordinasi Nasional Gerakan PemudaAnsor se-Indonesia yaitu:

1. Indonesia adalah negara demokrasi yang berideologi Pancasila dengan bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), bukan negara agama maupun negara sekuler. Sehingga, jika ada orang atau kelompok-kelompok yang ingin mengubah menjadi bentuk lain, baik menjadi negara

agama (Daulah Islamiyah atau Khilafah) maupun sekuler, maka sudah menjadi kewajiban GP Ansor berada di garis terdepan melawan dan berjihad menjaga NKRI dan Pancasila.

2. Radikalisme agama yang berkembang belakangan ini -minimal 8 tahun terakhir- sudah sangat mengkhawatirkan. Kondisi ini bagi GP Ansor sangat berbahaya. GP Ansor melihat bahwa negara sudah dalam kategori darurat radikalisme. Hal inilah yang membuat GP Ansor dan Banser prihatin dan berusaha senantiasa dalam garda terdepan untuk melawannya.

3. Perhatian pemerintahan Joko Widodo periode kedua ini menunjuk setidaknya empat menteri (Menteri Koordinator Politik, Hukum, Keamanan; Menteri Pertahanan, Menteri Dalam Negeri dan Menteri Agama) agar secara khusus serius memberantas radikalisme yang berkembang, baik di masyarakat maupun di lingkup institusi negara, harus diapresiasi dan didukung.

BACA JUGA:  Sulsel Terima Penghargaan dari Kemenkes dan Mendagri RI

Kebijakan Presiden ini menunjukkan bahwa pemerintah atau negara sekarang akan hadir dalam memberantas radikalisme yang memang sudah merupakan tugasnya. Hal ini bagi GP Ansor dan Banser merupakan berkah karena tugas GP Ansor dan Banser dalam melawan radikalisme menjadi lebih ringan.

4. Dukungan GP Ansor terhadap pemerintah selalu didasarkan pada komitmen kerakyatan dan kebangsaan. Selama pemerintah memberikan keberpihakannya kepada komitmen tersebut, GP Ansor akan tetap menjadi mitra strategis. Dan sebaliknya, jika komitmen tersebut bergeser, GP Ansor yang akan pertama kali mengingatkan dan mengambil posisi yang berbeda.

5. GP Ansor menolak kerjasama dalam bentuk apapun dengan organisasi manapun yang dinilai mengedepankan kekerasan, melawan hukum dan menginginkan berdirinya negara diluar NKRI. Kerjasama ini termasuk di dalamnya adalah kunjungan-kunjungan dan atau komunikasi yang berpretensi politik yang justru akan merusak ukhuwah nahdliyah di kemudian hari. (Ute/Ip)

Sumber: PP Pemuda Ansor
‘PostBanner’

Comment