by

Ngobrol Santai Bersama Head Chef Favehotel Losari, Dari Komentar Negatif Tamu Hingga Penyakit Maag

Keterangan Foto: Elang Perkasa Head Chef Favehotel Losari Makassar

Smartcitymakassar.com – Makassar. Peran media sosial di era globalisasi mempengaruhi hampir semua industri, di antaranya industri perhotelan.

Kebanyakan calon tamu, selain melihat fasilitas yang ada mereka juga akan membaca komentar dari para tamu yang sudah menginap sebelumnya melalui media sosial atau review yang ada di online travel agent.

‘FooterBanner’


Beragam komentar mulai dari yang positif hingga negatif akan mempengaruhi semuanya.

Gemuruh Badai Jelang Elang Perkasa Head Chef Favehotel Losari Makassar, sering terpukul bila membaca komentar negatif dari para tamunya.

“Jujur saya lebih senang di lempar makanan atau di maki – maki daripada harus menerima komentar negatif di media sosial. Mereka mungkin tidak lagi memilih hotel kami, tapi komentar mereka akan selalu ada dan rasanya sangat berat menghadapi kondisi seperti ini,” tutur Chef Elang sapaan akrabnya.

Menurut Chef Elang selain mempengaruhi kondisi psikis, hal tersebut juga mempengaruhi rating hotel.

“Yang paling kasihan tentu hotelnya, kami sebagai karyawan pasti selalu berusaha memberikan yang terbaik. Sebagai orang yang bergelut di dunia perhotelan, kami pasti lebih bersemangat bekerja kalau hotel ramai dan banyak menerima komentar positif,” Ujar Chef Elang.

BACA JUGA:  Kerjasama ATSI dan Kemendikbud dalam Penyediaan Kuota Internet Subsidi untuk Peserta Didik dan Pendidik

Maka dari itu chef Elang selalu berusaha untuk mencegah agar tidak menerima komentar negatif.

“Saya kadang ingin di waktu senggang bisa memikirkan hal lain, tapi ternyata sulit. Saya selalu memikirkan apa lagi yang akan saya berikan kepada tamu atau mengevaluasi pelayanan saya pada hari itu,” tambahnya.

Chef Elang juga menceritakan kebanyakan Chef menderita penyakit maag. Mungkin terdengar aneh karena mereka selalu bersentuhan dengan makanan.

“Dalam satu hari kami membuat beragam jenis makanan. Bukan tidak mensyukuri, tapi melihat semua makanan itu justru membuat kami kenyang dan tidak nafsu makan,” Cerita Chef Elang.

Setiap bulannya Chef Elang juga mengevaluasi menu yang ada di hotelnya.

“Misalnya ada menu yang sudah setahun tapi kurang peminatnya tentu akan kami hilangkan dan diganti dengan menu lain,” tutup Chef Elang**(Jen)

‘PostBanner’