by

Ada Sembilan Penyebab Jatuhnya Pesawat Lion Air JT610 Menurut KNKT

Keterangan: Pesawat Lion jenis Boeing 737-8 MAX / Ist.

Smartcitymakassar.com, Jakarta. Setelah melakukan investigasi kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 jurusan Jakarta-Pangkal Pinang selama satu tahun, akhirnya Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) merilis sembilan faktor yang menyebabkan jatuhnya pesawat jenis Boeing 737-8 MAX yang menewaskan seluruh awak dan penumpangnya itu.

Dilansir dari VOA Indonesia, Kasubkom Penerbangan KNKT sekaligus investigator dalam kecelakaan ini, Kapten Nurcahyo Utomo mengatakan semua faktor ini merupakan faktor utama dan saling terkait satu sama lainnya. Kalau satu faktor saja tidak terjadi, kata Nurcahyo, maka kecelakaan tersebut kemungkinan tidak akan terjadi.

‘FooterBanner’


“Apa yang sudah kami lakukan, kami mengambil kesimpulan ada sembilan hal yang berkontribusi terhadap kecelakaan ini. Kami sampaikan bahwa yang kami sebut sebagai contributing factor ini adalah definisi yang kita ambil menurut ketentuan internasional, yang bisa didefinsikan sebagai hal-hal yang terkait kecelakaan yang apabila hal ini tidak terjadi atau terhindar, maka kecelakaan mungkin tidak terjadi. Sembilan ini adalah sembilan yang saling terkait satu sama lain yang mengarah pada kecelakaan,” ujarnya dalam konferensi pers di kantor KNKT, Jakarta, Jumat (25/10).

Nurcahyo menjelaskan setelah kecelakaan tersebut, beberapa pihak terkait telah melakukan tindakan perbaikan. Boeing, kata Nurcahyo telah melakukan delapan tindakan perbaikan, Lion Air melakukan 35 tindakan perbaikan, DCGA melakukan 10 tindakan perbaikan, FAA sebanyak 17 tindakan perbaikan, BAT sebanyak dua tindakan perbaikan, Collins Aerospace ada empat tindakan perbaikan, AirNav Indonesia melakukan dua tindakan perbaikan.

BACA JUGA:  Buka Peluang Belajar Dari Mana Saja di Indonesia, Goethe-Institut Indonesien Buka Kursus Bahasa Jerman Online

Selain itu, pihaknya juga telah memberikan rekomendasi keselamatan kepada para pihak terkait tersebut.

Adapun sembilan faktor yang menurut KNKT saling terkait menjadi penyebab kecelakaan ini adalah sebagai berikut:

Asumsi terkait reaksi pilot yang dibuat pada saat proses desain dan sertifikasi pesawat Boeing 737-8 (MAX), meskipun sesuai dengan referensi yang ada ternyata tidak tepat.

Mengacu pada asumsi yang telah dibuat atas reaksi pilot dan kurang lengkapnya kajian terkait efek-efek yang dapat terjadi di kokpit, sensor tunggal yang diandalkan untuk Manuevering Characteristic Augmentation System (MCAS) dianggap cukup dan memenuhi ketentuan sertifikasi.

Desain MCAS yang mengandalkan satu sensor rentan terhadap kesalahan

Pilot mengalami kesulitan melakukan respon yang tepat terhadap pergerakan MCAS yang tidak seharusnya karena tidak ada petunjuk dalam buku panduan dan pelatihan

Indikator Angle of Attack (AOA) DISAGREE tidak tersedia di pesawat Boeing 737-8 (MAX) PK-LQP, berakibat informasi ini tidak muncul pada saat penerbangan dengan penunjukkan sudut AOA yang berbeda antara kiri dan kanan, sehingga perbedaan ini tidak dapat dicatatkan oleh pilot dan teknisi tidak dapat mengindentifikasi kerusakan AOA sensor.

AOA sensor pengganti mengalami kesalahan kalibrasi yang tidak terdeteksi pada saat perbaikan sebelumnya

Investigasi tidak dapat menentukan pengujian AOA sensor setelah terpasang pada pesawat yang mengalami kecelakaan dilakukan dengan benar, sehingga kesalahan kalibrasi tidak terdeteksi

‘PostBanner’

Comment