by

Ini Deretan Kinerja Kinclong dari Amran Sulaiman, Mampukah Diimbangi oleh Mentan Baru?

Ket. Foto: Amran Sulaiman/ist

Smartcitymakassar.com – Jakarta. Pengamat Kebijakan Publik, Tjipta Lesmana menilai Kementerian Pertanian (Kementan) yang dipimpin selama dijabat Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memiliki banyak ide terobosan guna meningkatkan kemajuan pertanian untuk kepentingan bangsa.

Menurutnya, Amran Sulaiman adalah sosok pekerja keras yang serius ingin mengembalikan kejayaan pertanian Indonesia.

‘FooterBanner’


“Memang selama hampir lima tahun terakhir ini sudah banyak hasil dicapai Kementan dibawah pimpinan Mentan Amran yang menyumbangkan kontribusi positif kepada ekonomi Indonesia,” ujar Tjipta.

Terkait efektivitas belanja Kementan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, Tjipta mengambil sampel tentang melesatnya volume ekspor produk pertanian.

“Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada 2013 volume ekspor produk pertanian kita hanya 33,5 juta ton. Terus pada 2018 volume ekspor produk pertanian meningkat menjadi 42,5 juta ton,” ucap Tjipta.

Sementara itu, pengamat hukum Universitas Bung Karno, Ibnu Zubair sangat mengapresiasi ketegasan Amran Sulaiman yang sangat konsisten menegakkan aturan pada kinerjanya.

Ketegasan itu, kata Zubair dibuktikan dengan keberaniannya melawan mafia pangan dan membekukan sebayak 56 perusahaan importir bawang putih yang terbukti melakukan ‘kenakalan’.

“Jadi sepertinya, Pak Amran benar-benar ingin agar stabilitas harga bawang putih cukup stoknya tapi didorong juga dengan penegakan hukum yang tegas dan tanpa kompromi.

BACA JUGA:  Di Naibire, Seorang Anggota Separatis Bersenjata Ditembak Mati Pasukan Gabungan TNI-Polri

Zubair menilai, konsistensi dan ketegasan inilah yang membuat Amran Sulaiman menjadi sosok yang berbeda.

“Biasanya pejabat publik hanya memprioritaskan apa yang menjadi tanggungjawabnya dan tidak banyak pejabat yang memiliki opsi lain untuk menunjanh tanggujawab tersebut. Pak Amran memiliki kualitas mumpuni seperti itu”, katanya.

Dalam kinerja meningkatkan produksi beras nasional sehingga mampu menghentikan impor dan melakukan swasembada beras tahun 2016, pengamat pertanian dari IPB Hermanto J Siregar sangat mengapresiasi kerja keras Amran Sulaiman.

“Kinerja Pak Amran memang pantas diacungi jempol”, katanya

Senada dengan Hermanto, Ketua Asosiasi Petani Jagung Indonesia (APJI) Sholahuddin menyampaikan apresiasi atas kinerja Amran Sulaiman dalam menangani masalah jagung. Faktanya, sekarang kita bisa menyaksikan sendiri tahun ini impor jagung turun 66%. 

Menurutnya, kinerja Amran semakin membaik setelah berhasil menaikkan produksi jagung dari 18,1 persen di tahun 2015 menjadi 24,2 persen di tahun 2016. 

“Saya optimis turut 2017 tidak impor jagung karena program mengembangkan 3 juta hektar jagung pada 2017, ditambah integrasi jagung di kebun dan hutan, petani jagung sudah bermitra dengan industri pakan ternak,” ujarnya.*(Aan/Ip)

‘PostBanner’

Comment