by

Media Australia Lancarkan Protes terhadap UU Sensor

Ket. Foto: media Australia/ist

Smartcitymakassar.com – Beberapa harian terbesar Australia memasang berita pada halaman depan yang tampilannya seakan-akan telah diberi sensor berat (dengan dicoret-coret spidol hitam) pada hari Senin (21/10). Ini merupakan protes terhadap sebuah UU yang membatasi kebebasan pers, sebuah peragaan kekompakan yang jarang terjadi dalam industri media Australia yang bersifat partisan.

Dilansir dari VOA, Australia tidak memiliki pengamanan konstitusional untuk kebebasan berbicara, meskipun pemerintah telah menambah peraturan untuk melindungi whistleblower atau pengadu anonim ketika memperkuat hukum kontra spionasenya pada 2018. Tetapi kelompok media mengatakan, kebebasan pers tetap dibatasi.

‘FooterBanner’


Kolom kepala dari harian local News Corp milik Rupert Murdoch dan halaman muka pesaingnya di Nine Entertainment dicetak dengan kebanyakan kata-kata yang dihitamkan, sehingga memberi kesan kopi harian itu disensor.

BACA JUGA:  Disambut Baik Menhan AS, Prabowo Akan Kirim Taruna RI Belajar Ke AS

Richard Baker adalah jurnalis dari harian The Age di Melbourne.

“ini adalah media bersikap mewakili masyarakat yang kami layani, dan mengatakan, hei, kami bekerja di ruang ini supaya publik memperoleh informasi dan bisa membuat keputusan, hal-hal yang dilakukan pemerintah atas nama mereka, dan kalau kami tidak bisa berbuat apa-apa maka kami merasa gagal.”

Parlemen telah meloloskan UU berkedok keamanan nasional tetapi ditujukan untuk menghambat hak publik untuk tahu apa yang dilakukan pemerintah, demikian menurut Persekutuan Media, Hiburan dan Seni. (Aan/VOA)

‘PostBanner’

Comment