by

Lagi Korban Tewas, Polrestabes Makassar Gelar Operasi Khusus ‘Busur’

Ket. Foto: Konferensi pers Kapolrestabes Makassar/ist

Smartcitymakassar.com – Makassar. Polrestabes Makassar berhasil mengungkap kasus penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia, yang terjadi di Jalan Sultan Alauddin ruko Permata Sari Kecamatan Rappocini, Makassar, Minggu (13/10/2019) sekitar pukul 23.00 wita.

“Ini terkait perselisihan terjadi bukan pada korbannya, persoalannya masalah ketersinggungan di media sosial terhadap adik dari beberapa pelaku,” ungkap Kombes Pol Wahyu Dwi Ariwibowo, SIK saat konfrensi pers di mako Polrestabes Makassar, Senin siang (14/10/2019).

‘FooterBanner’


Diketahui, ada 7 pelaku diamankan timsus Polsek Rappocini yakni, Anno (20), Tezar (20), Tison (21), Putra (19), Dewa (19), Z (17), Fatar (19).

“Ketujunya telah kami amankan,” tegas Kombes Dwi.

Kombes Dwi menerangkan, korban sementara duduk di TKP bersama dengan ke 4 orang temannya, kemudian datang para pelaku sebanyak 7 orang melakukan penyerangan dan penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam busur.

“Pelaku melakukan penganiayaan terhadap korban, yang mengakibatkan korban meninggal dunia, korban mengalami luka pada bagian dada kiri akibat terkena anak panah busur,” terang Kombes Dwi, sambil mengatakan, korban sempat dilarikan ke rumah sakit namun nyawa korban tidak tertolong.

Sementara itu, pengakuan salah satu terduga pelaku, Dewa (19) di hadapan petugas, dia mengajak teman temannya untuk melakukan penyerangan dan penganiayaan.

Sebelumnya Dewa mempunyai masalah pribadi dengan salah satu teman korban yang pada saat itu berada di TKP bersama dengan korban. Dewa melakukan penganiayaan terhadap korban dengan cara memukul korban menggunakan kepalan tangan secara berulang kali pada bagian wajah korban.

Selanjutnya, pengakuan terduga pelaku lainnya Anno (20) di hadapan petugas, dia melakukan penyerangan dan membusur korban sebanyak satu kali mengenai dada sebelah kiri yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Sebelum dibusur oleh Anno, korban dibusur oleh Tezar namun sempat menghindar.

BACA JUGA:  Iqbal dan Nurdin Abdullah Bersama Muspida Sulsel Kunjungi Empat Pulau

Sebagai informasi, barang bukti yang diamankan polisi berupa, 1 ketapel 9 anak panah, 1 ketapel 4 anak panah milik, 1 sajam jenis badik, 1 sajam jenis sangkur, baju yang digunakan para pelaku pada saat melakukan penyerangan dan penganiayaan.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku diancam dengan pasal 340 Jo 170 dan 351 KUHPidana dengan ancaman kurungan seumur hidup.

Operasi Khusus Busur

Kombes Dwi, sangat menekankan kepada seluruh Kapolsek se-Kota Makassar untuk mengungkap atau membongkar tempat pembuatan busur di wilayahnya. Bahkan ia akan memberikan hadiah atau reward kepada Kapolsek apabila mampu membongkar tempat pembuatan busur di wilayahnya.

“Terkait nanti di wilayah Kapolsek ada tempat pembuatan busur dan berhasil diungkap, saya akan berikan semacam reward,” kata Kombes Dwi kepada wartawan, Selasa (15/10/2019).

Kombes Dwi menegaskan, tidak akan main-main terkait busur. Dia pun akan mengerahkan seluruh anggotanya untuk melakukan operasi khusus untuk busur.

“Sekarang kami akan melakukan operasi terus, terkait dengan pembuatan busur itu,” ungkapnya. 

Tidak hanya memberikan hadiah, Kapolrestabes Makassar ini juga akan memberikan hukuman kepada Kapolsek kalau mendapatkan pembuatan busur, namun tidak berhasil diungkap.

“Saya akan berikan punishment bagi kapolsek saya, jika masih ditemukan itu pabrik busur di tempatnya atau wilayahnya,” tegas Kombes Dwi.

Lebih lanjut, Kombes Dwi juga diminta kepada masyarakat untuk membantu aparat kepolisian mengungkap tempat pembuatan busur di daerahnya.

“Saya juga minta masyarakat untuk melaporkan jika melihat ada tempat pembuatan busur di daerahnya,” pungkasnya. (Ar/Ip)

‘PostBanner’

Comment