by

Informasi Pulau Ambon dan Seram Bakal Amblas Adalah Hoaks, Ahli Tsunami: Hanya Longsor Lokal

Ket. Foto: Ilustrasi hoaks

Smartcitymakassar.com – Jakarta. Sebuah pesan berisi informasi yang menyebutkan Pulau Ambon, Pulau Seram dan sekitarnya akan ambles ke dalam palung laut terdalam di dunia beredar luas di kalangan masyarakat.

Diketahui, informasi tersebut banyak tersebar di aplikasi pesan WhatsApp baru-baru ini. Dalam pesan berantai yang beredar luas itu, dilengkapi dengan gambar pendukung yang disebut-sebut berasal dari citra satelit.

‘FooterBanner’


Gambar tersebut menampilkan kondisi perairan laut sekitar Ambon yang memiliki kedalaman bertingkat.

Berikut ini narasi lengkap informasi terkait Pulau Ambon dan Seram yang disebut akan ambles ke dalam lautan:

Ini hasil foto satelit 3 dimensi Kepulauan Maluku, ternyata posisi Ambon Lease tepat di atas tubir jurang palung laut paling dalam di dunia. Justru hal paling menakutkan bagi para ahli bagi Ambon Seram lease bukan tsunami. Akan tetapi yang lebih mengerikan adalah patahan atau longsoran. Jika itu terjadi, maka Pulau Ambon Lease, Seram, dan sekitarnya ikut patah atau longsor masuk ke dalam jurang palung laut berkilo-kilo di dasar lautan. Peristiwa sejenis yang dikhawatirkan itu pernah terjadi 100 tahun lalu di Seram, misteri tenggelamnya Tanjung Elpaputih. Saat itu Elpaputi bukan dihantam tsunami, tetapi faktanya Tanjung Elpaputih patah dan jatuh menghilang bersama longsoran ke dalam palung Laut Seram. Banyak berdoa untuk keselamatan Pulau Ambon Lease

Menanggapinya, ahli tsunami Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Dr. Abdul Muhari menyatakan informasi itu adalah hoaks.

“Berita ini tidak benar sehingga masyarakat tidak perlu panik atau khawatir terkait dengan kondisi yang berkembang akhir-akhir ini,” kata ahli tsunami Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Muhari, Jumat (11/10/2019).

Muhari menyampaikan bahwa berita viral tersebut adalah Hoaks, gambar batimetri yang diedit sedemikian rupa dan diberikan keterangan seakan-akan ilmiah tetapi bertujuan untuk menyebarkan ketakutan kepada masyarakat.

“Gambar tersebut bukanlah foto satelit 3D karena satelit tidak bisa membuat foto dasar laut apalagi hingga kedalaman 7 km di bawah permukaan laut. Gambar tersebut hanyalah data batimetri biasa (tersedia banyak di internet), yang kemudian diberi efek ketinggian dan kedalaman yang lebih signifikan seakan-akan data ini baru padahal data ini adalah data lama dan data biasa saja,” ujar Muhari melalui pesan digital Jumat (11/10/2019).

BACA JUGA:  Bank Sulselbar Serahkan Bantuan APD Ke Disdik Makassar

Muhari menyampaikan bahwa asumsi jika terjadi gempa dari palung Banda akan menyeret Pulau Ambon dan Seram adalah TIDAK BENAR.

“Belum ada dalam sejarah gempa dan tsunami di dunia ada gempa yang menghilangkan satu pulau sebesar Ambon, apalagi sebesar Pulau Seram,” tegasnya.

Muhari juga mengatakan bahwa jika gempa di kawasan Maluku berpotensi menimbulkan longsoran lokal seperti yang terjadi di Palu tahun 2018 lalu, atau di Semenanjung Elpaputih tahun 1899 benar adanya, tetapi skala-nya lokal.

“Ini harus kita sikapi dengan bijak dengan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dan persiapan rencana evakuasi mandiri yang baik,” sambung Muhari yang pernah bekerja di Kementerian Kelautan dan Perikanan itu.

Terkait dengan sebuah penelitian potensi patahan palung Banda oleh Jonathan M. Pownal Gordon S. Lister dan Robert Hall, ia menyampaikan bahwa penelitian tadi telah dipublikasikan pada 2016.

“Jadi bukan yang baru saja dipublikasikan,” tegas Muhari seraya menambahkan, penelitian tersebut tidak membahas sama sekali mengenai potensi tsunami atau potensi gempa yang bisa menyeret Pulau Ambon dan Seram.

“Bahkan, dalam hasil penelitian tersebut sangat jelas disebutkan bahwa tidak ada bukti bahwa segmen palung Banda tersebut adalah segmen seismik aktif. Jadi jika ada berita atau tulisan yang mengkaitkan hasil penelitian tersebut dengan prediksi-prediksi kejadian gempa atau tsunami yang akan terjadi di Ambon maka itu adalah hoaks,” sambung Muhari.

Sehubungan dengan berita viral yang beredar di media sosial, jejaring sosial digital maupun dari mulut ke mulut, Muhari mengimbau masyarakat duntuk tidak terpancing terhadap berita palsu tadi. Berita seperti ini sengaja ditimbulkan untuk menimbulkan rasa khawatir, panik dan takut di tengah-tengah masyarakat. Masyarakat diharapkan untuk mengecek informasi resmi potensi bahaya dan parameter gempa atau tsunami dari sumber resmi seperti BMKG, BNPB atau pun BPBD setempat untuk menyikapi berita atau informasi yang tidak benar. (Aan/Ip)

‘PostBanner’

Comment