by

Jalur Fly Over Makassar Segera Ditutup 5 Hari, Ini Waktunya

Ket. Foto: Jalur Fly Over/ist

Smartcitymakassar.com – Makassar. Jalur fly over Jalan Urip Sumoharjo, kota Makassar, Sulawesi Selatan, bakal ditutup selama lima hari.

Hal tersebut, disebabkan pembangunan proyek Jalan Tol Ujung Pandang Seksi 3 Jalan Tol Layang AP Pettarani yang mendekati lokasi tersebut.

‘FooterBanner’


Deputi Manager Proyek PT Wika Beton, Emmy Yanuar menjelaskan, pemasangan box girder pada tiang pancang yang menjadi pondasi tol layang akan segera dilakukan. Utamanya dua tiang pancang yang melintasi jalan fly over.

Sebelumnya, pada sisi diantara jalur fly over setidaknya sudah dibangun dua tiang pancang. Satunya berada di ujung Jalan Pettarani dan lainnya di Jalan Tol Reformasi. Olehnya, dengan terbangunnya tiang pancang tersebut, akan dilanjutkan dengan pemasangan box girder yang akan menyebabkan penutupan jalan tersebut.

Adapun alasannya penutupan, dengan mempertimbangkan aspek keselamatan pengendara di sekitar lokasi pengerjaan, yaitu jalur fly over. Untuk kemudian akan dilakukan rekayasa lalu lintas (lalin) untuk pengalihan arus kendaraan.

“Ini kita butuh waktu maksimal 5 hari. Kita akan tutup mulai Kamis malam dini hari, masuk Jumat-lah, dan tetap ada pengalihan. Jadi pengangkatan box girder pada pengerjaan ini cukup berbahaya sehingga kita harus safety terhadap masyarakat dalam pelaksanannya,” ungkap Emmy Yanuar.

Baca Juga:  Apresiasi Terhadap Animo Masyarakat yang Meningkat, The Rinra Tawarkan Harga Hot Deals Bagi Pengunjung

Rencana penutupan jalan fly over ini dibahas dalam rapat pembahasan rekayasa jalan tol layang di kantor proyek PT Wika Beton, Jalan Urip Sumoharjo. Rapat tersebut turut dihadiri pihak dinas perhubungan (dishub), maupun Satlantas Polrestabes Makassar.

Emmy Yanuar melanjutkan, penutupan jalur fly over akan dimulai pada Jumat (11/10) mendatang. Opsi pengalihan rekayasa lalin juga sudah ditetapkan. Hanya saja, akan dikondisikan melihat situasional di lapangan saat penerapannya.

“Rencana penutupan itu dilakukan mulai Jumat dini hari. Sesuai pembahasan bersama kita coba ada opsi pengalihan kendaraan. Kalau terjadi betul-betul kemacetan akan ada opsi lain dan dikondisikan,” jelas Emmy Yanuar.

Diketahui, proyek senilai Rp1,6 triliun mulai dikerjakan sejak April 2018 lalu. Menurut Emmy Yanuar, sudah berada pada progres 35% dari target panjang jalur 4,3 kilometer. Dan diharapkan bisa rampung pada Juli tahun 2020 mendatang.

“Akhir September kemarin progres proyek kita 35%. Juli 2020 target selesai. Kami sangat harapkan bantuan masyarakat pengertiannya terutama karena dalam proses pengerjaan akan menghambat aktivitas jalan,” pungkasnya. (Ar/Ip)

‘PostBanner’

Comment