by

Terisolir Puluhan Tahun, Sebentar Lagi Warga 2 Kampung di Bantaeng Nikmati Jembatan

Ket. Foto: pembangunan jembatan di Banteng/ist

Smartcitymakassar.com – Bantaeng. Setelah puluhan tahun terisolir, kini masyarakat Kampung Batu Langgayya, Dusun Batu Tiro, Desa Bonto Bulaeng, Kecamatan Sinoa, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan bisa benapas lega. Hal itu karena jembatan yang menghubungkan kampung Batu Langgayya dengan Kampung Kupanga, Kelurahan Onto, Kecamatan Bantaeng segera rampung.

Diketahui, saat ini dalam tahap pengerjaan oleh PT Cahaya Seppang Bukukumba.Proyek senilai kurang lebih Rp.12 milyar itu dibangun Pemerintah Kabupaten Bantaeng sejak 16 Juli 2019, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bantaeng. Sesuai kontrak yang tertera di papan proyek, jembatan yang melintasi sungai Calendu diharapkan rampung tanggal 27 Desember 2019 mendatang.

‘FooterBanner’


Selama ini, warga kedua kampung menjadikan ruas ini sebagai alternatif perlintasan. Sehingga penting sekali untuk menyiapkan prasarana transportasi berupa jembatan.

Adapun harapannya, disamping memudahkan akses kendaraan baik roda 2 maupun 4, tak kalah pentingnya kemudahan terhadap lalu lintas ekonomi kedua dusun serta desa dan kelurahan disekitarnya.

“Mudah-mudahan dengan dibangunnya jembatan ini, taraf perekonomian warga Batu Langgayya bisa semakin maju dan berkembang,” ujar salah seorang warga Kupanga, Abdul Maris, Selasa (8/10/2019).

Baca Juga:  Ketua KTNA Sebut Stok Beras Era Menteri Amran Luar Biasa Membanggakan

Abdul Maris mengaku bersyukur atas kepedulian Pemerintah Kabupaten Bantaeng di bawah kepemimpinan Ilham Syah Azikin dan Sahabuddin sebagai Bupati dan Wakil Bupati saat ini.

“Mereka juga akan lebih dekat dan cepat mengakses pasar tradisional Kampung Beru di Kelurahan Onto, Kecamatan Bantaeng. Walaupun saat ini pasar itu belum difungsikan,” kata Abdul Maris.

Sebelumnya, warga kerap mengeluh tidak adanya jembatan penghubung. Hasil pertanian masyarakat setempat yang harusnya diangkut untuk dijual di pasar yang ada dipusat kota Bantaeng, warga hanya pasrah dengan kondisi yang ada. Namun dengan terbukanya akses itu, kata Maris adalah pintu yang sangat terbuka bagi warga untuk terus meningkatkan perekonomian di kampung tersebut.

Sebagai informasi, pemerintah Bantaeng tidak berhenti sampai disitu saja, namun semakin membuka diri lebih jauh ke pelosok untuk memaksimalkan pembangunan.

Termasuk di desa lainnya yang tersebar di 8 kecamatan yang ada di Butta Toa (Tanah Tua) Kabupaten Bantaeng. Untuk penjaringan aspirasi, pihaknya berupaya untuk senantiasa menghadirkan informasi dari bawah untuk diteruskan kepada Pemerintah. (Ar/Ip)

‘PostBanner’

Comment