by

Anggota Dewan Parepare Ini Dilaporkan ke Polisi, Terkait Apa?

Ket. Foto: ilustrasi

Smartcitymakassar.com – Parepare. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Parepare, Mulyadi, dilaporkan ke Polres Parepare, Sulawesi Selatan.

Laporan itu tercatat pada Surat Tanda Terima Laporan Polisi, Nomor : STTLP/482/X/TUK 7.13/2019/POLDA SULSEL/ RES PAREPARE.

‘FooterBanner’


Adapun pihak pelapor bernama Fitriani, warga Jalan Andi Dewang, Kelurahan Sumpang Minangae, Kecamatan Bacukiki Barat, Kotamadya Pare pare, Provinsi Sulawesi Selatan, yang tak lain adalah istri dari anggota dewan dari Golkar itu.

Dalam laporan tersebut, tertulis Mulyadi (terlapor) menghampiri Fitriani (korban) saat berada di bawah rumah. Kemudian terlapor langsung mencekik leher korban dengan menggunakan kedua tangan hingga mengakibatkan leher korban mengalami lebam dan terasa sakit.

Fitriani pun menceritakan kejadian tersebut. Ia dicekik oleh Muliadi karena tak terima ketiga anaknya datang meminta uang jajan sekolah kepada dirinya, bukan kepada ibunya saja.

“Saya dicekik pak,” kata Fitriani, sembari meneteskan air mata saat melaporkan di Polres Parepare, Senin, (7 /10/2019).

Baca Juga:  Tim PPNS Balai Gakkum KLHK Sulawesi Limpahkan 2 Kasus Perkara Illegal Logging di Mamuju

“Bukannya anak-anak diberi uang. Malah dia (Muliadi) mendatangi saya lalu memarahi dan membentak hingga mencekik saya,” sambung Fitriani.

Beruntung, kata Fitriani, saat kejadian ada anak-anak bersama sanak keluarga melerai disaat Muliadi mencekik korban.

Namun saat dikonfirmasi, Muliadi membantah atas tuduhan ini. Ia mengatakan, Fitriani sudah berbohong. Mengarang cerita.

“Semua yang diceritakan Fitriani itu tidak benar. Kami hanya bertengkar mulut. Apalagi kalau dibilang saya sempat sentuh. Apalagi memukul. Itu tak benar,” ujar Muliadi singkat.

Sementara itu saat dikonfirmasi, Kanit PPA Polres Parepare, Dewi Natalia Noya mengatakan, korban merupakan istri dari pelaku. Artinya ini kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

“Sampai saat ini belum keluar hasil visum dari korban. Korban visum di Puskesmas Lakessi, rencana besok baru dicek. Untuk KDRT dijerat pasal 44,” ujar Dewi, Senin (7/10/2019). (Ar/Ip)

‘PostBanner’

Comment