by

Fly Over Makassar Bakal Diberlakukan Sistem Buka Tutup, Ini Waktunya

Ket. Foto: Fly Over Makassar/ist

Smartcitymakassar.com – Makassar. Pelaksana proyek pembangunan jalan tol layang AP Pettarani, merencanakan akan memberlakukan sistem buka tutup jalan di fly over, Jalan Urip Sumoharjo Makassar. Hal ini menyusul pembangunan proyek tersebut mulai mendekati proses pengerjaan di sekitar kawasan fly over. Adapun rencana buka tutup ini dilakukan, demi mempertimbangkan aspek keselamatan pengendara.

Projects Maneger PT Wijaya Karya Beton Tbk, Didi Rustadi menjelaskan, saat ini pihaknya sementara mengerjakan pemasangan box girder pada tiang pancang yang menjadi pondasi tol layang. Proses ini akan memakan waktu penyelesaian hingga Oktober mendatang.

‘FooterBanner’


“Untuk pekerjaan pengangkatan box girder yang melintas di atas fly over jalan Urip Sumoharjo di perkirakan akan selesai sampai dengan akhir Oktober ini. Selanjutnya pekerjaan pengangkatan box girder akan berlanjut di Jalan AP Pettarani,” tutur Didi.

Diketahui, pada sisi diantara jalur fly over setidaknya sudah dibangun dua tiang pancang. Satunya berada di ujung Jalan Pettarani dan lainnya di Jalan Tol Reformasi. Dengan terbangunnya tiang pancang tersebut, akan dilanjutkan dengan pemasangan box girder. Proses ini dianggap memakan waktu. Belum lagi pemasangan box girder akan menganggu arus lalu lintas dengan jalur fly over yang berada di kedua sisi jalan letak tiang pancang tadi.

Baca Juga:  Resmi Dicopot, Ini Tanggapan Mantan Dandim Kendari

Didit juga tak menampik, pemasangan box girder dekat fly over rawan bagi pengendara. Olehnya, pada proses pengerjaan nanti akan diberlakukan sistem buka tutup jalan di jalur fly over. Rencananya, mulai diberlakukan pertengahan Oktober mendatang.

“Saat lifting di atas fly over, jalan akan kami tutup sementara. Sistem buka tutup jalan. Rencana sekitar pertengahan Oktober,” ujar Didi.

Untuk manajemen trayek terkait sistem itu, yang menyesuaikan pemasangan box girder pada tiang pancang yang melintasi fly over akan dibahas lebih lanjut. Rekayasa lalu lintasnya, kata Didi, masih sementara difinalkan.

“Sedang diproses. Dimohon masyarakat pengguna jalan maklum karena akan terganggu,” jelas Didi.

Didi menambahkan, per tanggal 4 Oktober 2019 ini progres pengerjaan tol layang sudah mencapai 36% dari target panjang jalur 4,3 kilometer.

Sebagai informasi, proyek tol layang AP Pettarani senilai Rp1,6 triliun, mulai dikerjakan sejak April 2018 lalu. Tol layang ini akan menghubungkan Kabupaten Maros-Bandara Internasional Sultan Hasanuddin-Jalan Tol Seksi I dan II-Jalan Andi Pangerang Pettarani hingga ke Jalan Sultan Alauddin. (Ar/Ip)

‘PostBanner’

Comment