by

Anggaran Pemprov Minim, Ketua Pelti: Baru Kali Ini Tenis Sulsel Tak Lolos PON

Ket. Foto: PON Papua/ist

Smartcitymakassar.com – Makassar. Sebanyak 12 provinsi mengantongi tiket Pekan Olahraga Nasional (PON) 

2020, di Papua, dari cabang olahraga  tenis lapangan putra dan putri.

‘FooterBanner’


Dari hasil kualifikasi, 12 provinsi mengantongi tiket PON 2020 untuk  tenis putri yakni, Jawa Timur, DKI Jakarta, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Jawa Tengah, Bengkulu, Kalimantan Timur, Papua, Papua Barat, Daerah Istimewa Aceh, Kalimantan Selatan, dan Banten.

Sementara itu, di sektor putra juga telah menyelesaikan kualifikasi untuk memenuhi 12 slot yang disediakan. Adapun provinsi yang lolos untuk putra, Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Barat, Jawa Tengah, Bali, Papua, Jawa Timur, DKI Jakarta, Bengkulu,  Papua Barat, Bangka Belitung, Jawa Barat, dan Kalimantan Timur.

Dari 12 provinsi tersebut, nama Sulsel tak masuk.

Menanggapinya, Ketua Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti)  Sulsel,  Amin Syam mengatakan, ini kali pertama Sulsel tak lolos.

“Puluhan tahun kita selalu ikut PON, namun baru kali ini tidak. Yah kami terkendala biaya,” kata mantan Gubernur Sulsel itu.

Baca Juga:  Bank Sulselbar FC Menang 3-0 di Markas Palopo United

Dengan tidak adanya dana dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI)  Sulsel, membuat para atlet baik putri dan putra tidak bisa dilatih secara intensif.

“Barusan kali ini kita tidak TC (Training Center) baik putri dan putra,” kata Amin Syam.

Amin Syam mengatakan, anggaran para atlet untuk Pra PON seluruhnya dari KONI.

“Memang anggaran Pemprov saat ini agak sulit. Sehingga kita tidak bisa melakukan TC hingga membayar pelatih. Padahal pemain kita cukup bagus,” ujar Amin Syam.

Menurut Amin Syam, pemain putra dan putri Sulsel memiliki skill bagus, namun sayang fisik kurang bagus.

“Saya kira semua cabor di Sulsel  mengalami hal yang sama,” ujarnya. (Ib/Ip)

‘PostBanner’

Comment