by

Tanggapi Demo Mahasiswa, Nurdin Abdullah: Kita Ajak Berdialog, Sehingga Tidak Turun ke Jalan Lagi

Ket. Foto: Nurdin Abdullah/ist

Smartcitymakassar.com – Makassar. Ribuan mahasiswa dari berbagai kampus turun ke jalan dan berkumpul dibeberapa titik. Mulai dari depan gedung DPRD Sulsel hingga Flyover Jl AP Pettarani, pada Jumat (27/9/2019).

Awalnya aksi mahasiswa menuntut menolak pengesahan RUKHUP dan revisi undang undang Komisi Pemberantasan Korupsi, berjalan lancar. Namun sekitar pukul 17.30 wita tiba tiba ada kericuhan dari arah Jl AP Pettarani, tepatnya sekitar Flyover Makassar. Belum diketahui penyebab kericuhan tersebut.

‘FooterBanner’


Tapi sekitar pukul 19.00 wita, kericuhan tersebut tidak lagi melibatkan mahasiswa. Kericuhan melibatkan warga dengan petugas keamanan.

Hingga pukul 21.00 wita polisi dan warga masih terus berhadap hadapan.

Warga tidak hanya melempar batu, tetapi menggunakan busur. 

Menanggapi aksi unjuk rasa mahasiswa, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah menggelar Rapat Koordinasi (Rakor). Kegiatan ini berlangsung di Baruga Patingalloang, Rumah Jabatan Gubernur, Jalan Sungai Rangka, Makassar, Jum’at (27/9/2019).

Rakor tersebut juga dihadiri Kapolda Sulsel, Kejati Sulsel, Kasdem VII Wirabuana 14 Hasanuddin, Kepala BIN Sulsel, Sekda Pemprov Sulsel, Wakil Ketua DPRD Sulsel, Rektor Unismuh Makassar, Wakil Rektor UNM, Wakil Rektor III UMI, Wakil Rektor Unibos dan seluruh Kepala Sekolah SMA, SMK dan SMP se-Kota Makassar.

Pada kesempatan tersebut, Nurdin Abdullah mengatakan, pihaknya ingin mengajak semua pihak untuk menjaga kondusifnya wilayah Sulsel, di tengah maraknya aksi penolakan terhadap sejumlah RUU kontroversial.

Baca Juga:  Bank Sulselbar FC Menang 3-0 di Markas Palopo United

“Saya kira pertemuan hari ini paling tidak meredakan suasana, dan kemarin presiden sudah menerima beberapa tokoh juga terkait apa yang menjadi tuntutan mahasiswa, dan memang itu harus dikaji,” kata Nurdin Abdullah.

Nurdin Abdullah juga mengundang mahasiswa untuk melakukan dialog akademik yang rencananya akan dilajukan pada masing-masing kampus. Pada dialog itu, kata Nurdin Abdullah, akan membahas terkait tuntutan mahasiswa dalam hal ini penolakan rencana pengesahan UU KPK, RUU KUHP dan beberapa rancangan undang-undang lainnya.

“Saya juga mengimbau agar idealisme mahasiswa tidak tercederai atas aksi ini. Sehingga kita rubah menjadi dialog, sehingga mahasiswa tidak turun lagi ke jalan. Nanti hasil dialog itu kita akan sampaikan ke pusat,” jelas Nurdin Abdullah.

Menurut Nurdin Abdullah, potensi besar mahasiswa akan disusupi jika aksi penyiaran tuntutannya dilakukan di jalan.

“Potensi besar akan disusupi oleh oknum lain jika turun ke jalan. Akhirnya ideologi mahasiswa itu tidak rill lagi, alias ditumpangi, makanya mari kita berdiskusi dan berdialog,” pungkasnya. (Ar/Mt)

‘PostBanner’

Comment