by

KPK Tetapkan Tiga Tersangka Baru Perkara Dugaan Suap Bupati Pakpak Bharat

Keterangan Foto: Ilustrasi suap

Smartcitymakassar.com – Jakarta. Perkara ini diawali dengan kegiatan tangkap tangan yang dilakukan KPK pada 18 November 2018.
Dalam proses penyidikan dan mengamati fakta persidangan, KPK menemukan bukti adanya keterlibatan pihak lain dalam perkara ini.

Setelah menemukan bukti yang cukup dilanjutkan dengan gelar perkara, KPK menyimpulkan adanya dugaan Tindak Pidana Korupsi menerima hadiah atau janji oleh Bupati Pakpak Bharat terkait dengan proyek-proyek di Dinas PUPR Kabupaten Pakpak Bharat Tahun Anggaran 2018.

‘FooterBanner’


KPK kemudian meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan dengan menetapkan tiga orang sebagai tersangka, yaitu AFP (Wakil Direktur CV. W), DBC (Swasta), GUB (Pegawai Negeri Sipil).

Tersangka DBC dan GUB diduga memberi uang sebesar total Rp.720 juta kepada DAK dan RYB terkait dengan fee pelaksanaan proyek-proyek di lingkungan Kabupaten Pakpak Bharat yang diduga berasal dari mitra yang sedang mengerjakan proyek-proyek di lingkungan Pemkab Pakpak Bharat.

Tersangka AFP diduga memberi uang total Rp.300 juta kepada DAK dan RYB terkait dengan fee pelaksanaan proyek-proyek di lingkungan Kabupaten Pakpak Bharat yang diduga berasal dari mitra yang sedang mengerjakan proyek-proyek di lingkungan Pemkab Pakpak Bharat.

Baca Juga:  Dirjen Penegakan Hukum LHK: Kejahatan Karhutla adalah Kejahatan Serius dan Luar Biasa. Pelaku Harus Dihukum Seberat-Beratnya

Tersangka AFP disangkakan melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang – Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang –Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Dua tersangka lain, DBC dan GUB disangkakan melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang – Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang –Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Untuk keperluan penyidikan, KPK melakukan penahanan selama 20 hari terhitung sejak tanggal 20 September 2019 sampai denga 9 Oktober 2019. Tersangka AFP ditahan di Rumah Tahanan Negara Polres Metro Jakarta Selatan. Tersangka DBC dan GUB ditahan di Rumah Tahanan Negara Cabang Pomdam Jaya Guntur Jakarta**(Mada/Rafa)

‘PostBanner’

Comment