by

Soal Usulan Pemprov Sulsel Hibahkan Lahan untuk Al-Markaz, Ernawaty: Tanah Itu Ada Pemiliknya dan Masih Hidup

Ket. Foto: Ernawaty Yohanes/ist

Smartcitymakassar.com – Makassar. Polemik terkait adanya usulan Pemprov Sulsel ke DPRD Sulsel untuk menghibahkan lahan untuk Yayasan Al-Markaz semakin mengemuka.

Gubernur Sulawesi Selatan Prof Nurdin Abdullah dan Anggota DPRD Sulawesi Selatan diminta tidak menghibahkan tanah seluas 6,8 Hektare di samping Masjid Al Markas Al Islami, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar.

‘FooterBanner’


Tanah tersebut ada pemiliknya,” kata Ernawaty Yohanis, Penerima Kuasa atas lahan tersebut, Jumat (20/9/2019).

Ernawaty menegaskan, tanah tersebut adalah milik ahli waris, Bruno Thoeng Boen Siang. Sesuai dengan Eingendom 1182 atas nama Pemilik Thoeng Thiong Soang. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan hanya memiliki sertifikat hak pakai.

Sertifikat itu pun disebut bermasalah. Karena ahli waris Bruno Thoeng Boen Siang, tidak pernah mengalihkan kepada siapa pun dan dalam bentuk apapun.

Ket. Foto: denah lahan yang akan dihibahkan/ist

Sebagai kuasa penuh dari ahli waris, Ernawaty mengaku telah melakukan upaya hukum di PTUN dan Polda Sulawesi Selatan.

Ernawaty juga sudah melakukan penelusuran di BPN Kota Makassar, BPN Kanwil Sulsel, ATR Agraria Jakarta, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Pemprov Sulsel, dan Universitas Hasanuddin.

BACA JUGA:  Napi Teroris Bocorkan Informasi, Aparat Temukan Bahan Peledak

“Enam instansi tersebut tidak satu pun bisa menunjukkan bukti peralihan yang sah dari pemilik eingendom,” ungkap Ernawaty.

Ernawaty sudah pernah berkonsultasi dengan sejumlah Anggota DPRD Sulsel. “Mereka bilang untung tidak diproses rencana hibah ini. Karena mereka mengaku bisa dipenjara. Jika lahan tersebut dihibahkan. Karena ada warga yang punya bukti kepemilikan,” kata Ernawaty.

Gubernur Nurdin Abdullah telah mengusulkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang hibah lahan atau tanah kepada Yayasan Islamic Center Masjid Al Markaz Al Islami.

Ranperda itu sudah dibahas pada rapat paripurna DPRD Sulsel dengan agenda pandangan umum fraksi terkait Ranperda, Selasa 17 September 2019.

Mayoritas fraksi dari 10 fraksi yang ada di DPRD Sulsel mempertanyakan dan meminta penjelasan terkait keinginan gubernur menghibahkan aset Pemprov Sulsel. Berupa lahan seluas 7,2 hektare kepada Yayasan Al Markaz.

“Tanah yang mau dihibahkan tersebut, pemiliknya masih hidup,” pungkas Ernawaty. (Ib/Ip)

Comment