by

Pakar: Malaria Bisa Dienyahkan dalam Satu Generasi

Ket. Foto: Nyamuk penyebar Malaria/ist

Smartcitymakassar.com – London. Malaria bisa dienyahkan dalam satu generasi, jika dua miliar dolar lebih setiap tahun diinvestasikan untuk menanggulangi penyakit itu, demikian disebutkan dalam laporan baru yang dirilisnya Rabu seperti dikutip dari VOA Indonesia.

Namun, ada perdebatan mengenai apakah komunitas global seharusnya menjadikan pemberantasan penyakit itu tujuan utama – atau apakah cara ini hanya akan menghadapi kegagalan, sehingga donor tidak mau lagi menyumbang pada masa depan.

‘FooterBanner’


Malaria membunuh sekitar 435 ribu orang setiap tahun, umumnya anak-anak. Kemajuan yang signifikan dicapai abad ini dalam melawan dan mencegah penyakit itu, dengan turunnya separuh jumlah kematian sejak tahun 2000.

Laporan baru itu, yang diterbitkan dalam jurnal medis Lancet dan ditulis oleh 41 pakar malaria terkemuka di dunia, menyebutkan malaria bisa dienyahkan dalam satu generasi. Tetapi itu tidak mudah.

Salah seorang pakar itu, Jake Baum, dari Imperial College London mengatakan, “Kita mungkin berpikir saat ini, itu sasarannya. Masalahnya adalah, dalam beberapa tahun terakhir, semuanya mandek.”

Separuh kasus malaria global terdapat hanya di lima negara Afrika. Burundi sedang dicengkeram wabah malaria. Dokter mengatakan, ada kebutuhan mendesak untuk investasi dalam perawatan kesehatan.

Albert Mbonerane dari Pusat Anti-Malaria Saint d’Assise mengatakan, “Semua orang seharusnya menyadari bahwa malaria adalah penyakit orang miskin dan, seperti saya katakana, malaria tetap menjadi penyebab utama kematian.”

Baca Juga:  Sorotan Media Asing: Jokowi Kini Hanya Kejar Kekuasaan, Demokrasi Indonesia Genting

Penulis laporan itu memperkirakan, 4,3 miliar dolar dibelanjakan secara global untuk mengatasi malaria setiap tahun dan dua miliar dolar lagi dibutuhkan setiap tahun untuk mengenyahkan penyakit itu menjelang tahun 2050.

Upaya itu juga akan membutuhkan alat-alat baru – yang mungkin termasuk apa yang disebut ‘gen penggerak’ yang bisa menurunkan populasi nyamuk atau membuatnya kebal parasit malaria.

Program pemberantasan malaria diupayakan pada tahun 1950-an – tetapi ditinggalkan 10 tahun kemudian. Fokus dan investasi baru dalam puluhan tahun ini, khususnya dari Yayasan Bill dan Melinda Gates, telah memberi dorongan baru.

Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan kesehatan yang lebih baik secara keseluruhan sangat penting.

Dr. Pedro Alonso, Direktur Badan Kesehatan PBB untuk Malaria Global mengatakan, “Tanpa perawatan kesehatan yang memadai, dan sistem pembiayaan yang baik, kita tidak akan bisa memberantas penyakit itu.”

Penulis laporan dalam jurnal Lancet itu mengatakan pemberantasan malaria akan membutuhkan ambisi dan komitmen besar – tetapi hasilnya akan sesuai dengan nilai investasi itu. (Aan/VOA)

‘PostBanner’

Comment